Jokowi Ingin Bagi Bioskop Jadi Tiga Kelas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2015 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 04 320 1190151 jokowi-ingin-bagi-bioskop-jadi-tiga-kelas-ZoWHoEDhaY.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

TANGERANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap mendukung permintaan dari pelaku industri ekonomi kreatif, khususnya sektor industri perfilman dalam menambah jumlah bioskop di Indonesia yang dapat menyiarkan film pendek. Pasalnya, pembuat film pendek Lucky Kuswandi saat dialog komunitas kreatif menyampaikan keluhan tentang masih minimnya bioskop.

Mantan gubernur DKI Jakarta akan menciptakan kebijakan yang baru dalam mempermudah investasi bioskop di Indonesia.

"‎Saya tidak ingin menyampaikan banyak tapi akan kita siapkan regulasi yang mendukung baik untuk memperbanyak bioskop, dan saya yakin dengan pasar yang besar sekali akan sangat menarik bagi investasi untuk memperbanyak bioskop‎," ucap Jokowi di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Selasa (4/8/2015).

Jokowi pun mengapresiasi komitmen salah satu pengembang properti yang sudah menyatakan komitmen akan membangun sekira 2.000 bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia. Akan tetapi, Jokowi menggarisi satu hal.

Jokowi menjelaskan, hal tersebut adalah dalam pembangunan bioskop ke depan harus dibagi menjadi tiga kelas bioskop, yaitu premier (atas), menengah, dan kecil. Dengan tiga kategori tersebut, Jokowi berharap dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat kecil untuk merasakan menonton film di bioskop dan hadirnya film pendek.

‎"Saya ingat dulu saya kalau nonton bioskop, film-film baru keluarnya di biskop yang kelas atas, baru setelah satu tahun keluar filmnya di bioskop yang kecil, saya nonton di situ, tapi tidak apa-apa yang penting masyarakat bisa nonton semua," papar Jokowi.

Lanjut Jokowi mengatakan, kebijakan-kebijakan ini akan dimaksimalkan dengan hadirnya Badan Ekonomi Kreatif (BEK) yang dikepalai oleh Triawan Munaf dan menjadikan BEK sebagai jembatan para pelaku industri kreatif dengan pemerintah.

"Keinginan kita bangun Badan Ekonomi Kreatif arahnya ke situ, supaya kita lebih lincah lagi memberikan dukungan ke industri kreatif, Badan Ekonomi Kreatif kalau bagus kerjanya kenapa tidak akan jadi Kementerian Ekonomi Kreatif, ini masih tahapan awal," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini