Share

Demam Go-Jek, Pengusaha Taksi Keluhkan Ojek Jadi Transportasi Umum

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Kamis 06 Agustus 2015 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 05 320 1191069 demam-go-jek-pengusaha-taksi-keluhkan-ojek-jadi-transportasi-umum-KofjYNFRUW.jpg Ilustrasi: (Foto: Situs Go-Jek)

JAKARTA - Pengusaha jasa transportasi khususnya beroda empat mengeluh jika ada supirnya yang beralih ke perusahaan jasa tranportasi beroda dua. Tujuannya karena penghasilan yang didapati lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Banyak supir taksi yang beralih ke misalnya Go-Jek. Dalam segi pendapatannya, Go-Jek lebih besar jika dibandingkan dengan taksi. Maka tak heran jika supir taksi berbondong-bondong beralih ke roda dua.

Direktur Keuangan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), David Santoso mengakui bahwa supir taksi yang beralih ke Go-Jek pasti ada. Namun, dirinya menyayangkan bahwa ojek dijadikan transportasi umum tidak ada di Undang-Undang (UU) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Karena ada unsur keselamatan yang tidak dipenuhi. Yang disayangkan, pemerintah membuat UU tersebut, tapi malah mendukung ojek menjadi sarana transportasi umum," ujar David, saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2015).

Dalam menggunakan transportasi umum, kata David, yang paling diutamakan adalah keselamatan, yaitu angkutan umum yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan UU yang berlaku. Masalah paling krusial tentu saja soal regulasi.

"Sudah ditertibkan UU lalu lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 membatasi angkutan umum untuk kendaraan roda empat ke atas. Tapi ini seakan-akan mendorong angkutan umum ke ojek, itu tidak tepat untuk pengguna angkutan umum," ucapnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini