nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Darmin Nasution, Anak Buah Sri Mulyani yang Saingi Mentornya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2015 13:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 08 12 20 1194853 darmin-nasution-anak-buah-sri-mulyani-yang-saingi-mentornya-1uVPUWraiX.jpg Darmn Nasution. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution kembali menjadi perbincangan, setelah adanya isu reshuffle yang akan dilakukan presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Darwin dikabarkan akan menempati posisi tertinggi dari menteri-menteri ekonomi Jokowi.

Sejumlah prestasi pernah ditorehkan oleh Darmin. Namun, selain prestasi ada juga kesalahan-kesalahan yang cukup fatal pernah dilakukan pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1948.

Pada 1986 dia menerima gelar doktor di bidang ekonomi dari Universitas Paris, Sorbonne, Perancis. Karier Darmin berawal dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang kini bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode 2000-2005.

Kinerja Darmin di regulator pasar modal tersebut, mendapat sorotan dari Sri Mulyani Indrawati, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Keuangan sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Darmin pun ditarik menjadi Direktur Jenderal Pajak (DJP) pada 2006.

Namun, pada 2009 Darmin keluar dari otoritas fiskal tersebut, dan bermigrasi ke otoritas moneter, lewat Keputusan Presiden No.57/P 2009, 17 Juli 2009. Darmin

pun dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 27 Juli, setelah berhasil meyakinkan DPR pada fit and proper test.

Puncak kariernya, adalah ketika ada Keputusan Presiden Nomor 38/P 2009, pada 19 Mei 2009 tentang pengunduran diri Boediono sebagai Gubernur BI serta disahkan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang BI dan telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6, 2009. Darmin sebagai Deputi Gubernur Senior pun didaulat menjadi pemimpin Bank Sentral Indonesia.

Lewat Keputusan Presiden No.95/P Tahun pada 21 Agustus 2010, menyusul posisinya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Darmin mengambil sumpah sebagai Gubernur BI pada September 1, 2010.

Noda Hitam

Meski cukup banyak menorehkan prestasi, namun Darmin juga pernah tersandung masalah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Darmin sebagai saksi terkait kasus korupsi permohonan keberatan pajak PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 2003 yang menjerat mantan Dirjen Pajak Hadi Purnomo.

Nama Darmin Nasution pernah disebut dalam kasus mafia pajak yang menyeret nama Gayus Tambuhan. Darmin Nasution juga disebut-sebut dalam kasus Century, setidaknya pernah dipanggil KPK sebagai saksi.

Saat itu, Darmin Nasution menjabat sebagai anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) dan sekaligus Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ketika Darmin Nasution menjabat sebagai Gubernur BI dalam kurun waktu 2010 sampai 2013.

Selain itu, Darmin malah ditengarai terlibat dalam beberapa kasus besar seperti kasus pengemplangan pajak Paulus Tumewu (menjabat sebagai dirjen pajak). Secara umum, Darmin dikenal sebagai tipikal ekonom konservatif yang anti-perubahan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini