nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Tak Bisa Terima Uber Taxi, Ini Alasannya

Danang Sugianto, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2015 11:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 08 14 320 1196186 jakarta-tak-bisa-terima-uber-taxi-ini-alasannya-ybvQjQ1Cj7.jpg Uber Taxi. (Foto: Reuters)
JAKARTA - Kehadiran perusahaan taksi online, Uber sering kali mendapatkan penolakan, bukan hanya dari Organda ataupun perusahaan taksi resmi tapi juga pemerintah.

Pasalnya, Uber menawarkan jasa taksi dengan kendaraan pribadi. Selain itu, akibat Uber juga semakin menambah banyak jumlah armada layanan transportasi sejenis taksi khususnya di Jakarta. Hal itulah yang juga memunculkan penolakan.

"Janganlah kita semakin memenuhi yang sudah over suplay. Di Jakarta taksi banyak sekali yang nganggur di jam-jam tertentu. Artinya demand jauh lebih sedikit dari suplainya," Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kemenhub, Sigit Irfansyah, di Gedung EightyEight, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Sigit mengatakan, berbeda dengan kondisi di kota lain seperti di Bali. Di Pulau Dewata Bali tersebut, memang suplai untuk taksinya masih sangat minim, sehingga tidak terjadi gesekan beroperasinya Uber di sana. "Intinya pada saat suplai kurang tapi demand tinggi, hadirnya Uber enggak masalah," imbuhnya.

Dia mencontohkan kasus-kasus yang menimpa Uber di kota-kota besar negara lain. Seperti yang tidak berani hadir di New York karena sudah banyaknya taksi di kota tersebut. Karenanya, Kemenhub akan membuat regulasi untuk mengatur hadirnya Uber.

"Begitu juga kota-kota lain yang padat. Jadi penolakan Uber ini bukan hanya ada di Indonesia tapi di semua negara," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini