Share

Demam Batu Akik Mereda, Omzet Perajin Cincin Lesu

ant, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2015 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 15 320 1196821 demam-batu-akik-mereda-omzet-perajin-cincin-lesu-XuaOVqwK04.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

PALEMBANG - Omzet perajin cincin dan perhiasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan menurun karena "demam" batu akik akhir-akhir ini mulai mereda.

"Permintaan pesanan pembuatan cincin yang sebelumnya dua tahun terakhir sangat banyak sehingga membuat kewalahan dan dengan berat hati menolak pelanggan, kini mulai sepi hanya ada beberapa pesanan saja perminggunya," kata salah seorang pengrajin cincin dan perhiasan Alpian di Palembang, Sabtu (15/8/2015).

Dia menjelaskan, permintaan pembuatan cincin dari penghobi batu akik akhir-akhir ini mulai sepi dan jumlahnya terus berkurang, mungkin masyarakat sudah mulai bosan berburu batu akik sehingga perlu dilakukan terobosan untuk membangkitkan kembali.

Sepanjang 2014 permintaan pembuatan cincin untuk mengikat batu akik sangat tinggi, namun memasuki 2015 berangsur mengalami penurunan dan pada dua bulan terakhir ini tergolong sepi.

Sebelumnya setiap hari terdapat puluhan penggemar batu akik yang meminta dibuatkan cincin untuk mengikat batu akik dengan bahan baku perak dan swasa.

Dalam kondisi ramai itu, permintaan pembuatan cincin tersebut tidak bisa dipenuhi semuanya karena pesanan banyak yang belum selesai, namun kini dalam kondisi sepi paling banyak ada lima pesanan pembuatan cincin pengikat batu akik.

Sepinya permintaan pembuatan cincin dari penghobi batu akik mengakibatkan penurunan pendapatan pengrajin cincin dan perhiasan.

Kondisi sepinya permintaan pembuatan cincin itu diharapkan tidak berlangsung lama, dan segera kembali ramai dengan dimotivasi pemerintah daerah serta penghobi batu akik menggelar pameran dan kontes batu akik yang sebelumnya sempat marak dilaksanakan hampir setiap bulan, katanya.

Menurut dia, untuk membuat cincin dikenakan biaya jasa pembuatan berkisar Rp250.000-Rp500.000 per bentuk dan ditambah biaya bahan baku yang besarnya disesuaikan dengan berat dan jenisnya perak, swasa, serta emas.

Untuk membuat sebentuk cincin pengikat batu akik membutuhkan waktu paling cepat satu pekan, dalam kondisi sepi sekarang ini semua pesanan yang diterima dapat dikerjakan dengan baik bahkan lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dengan pelanggan.

"Momentum masyarakat yang sebelumnya demam batu akik diharapkan dapat terulang kembali sehingga bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk meraih rezeki sebanyak-banyaknya, kondisi ramai yang terjadi selama ini di luar perkiraan bisa cepat berakhir dan tidak menjadi pembicaraan utama lagi di dalam pergaulan masyarakat," ujar Alpian. (rzy)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini