Hidup & Matinya Industri di Tangan Jokowi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2015 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 15 320 1196839 hidup-matinya-industri-di-tangan-jokowi-ZTEN4i0kRb.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, waktu yang tersisa selama empat bulan kedepan akan menjadi masa-masa kritis, bahkan menjadi pententuan hidup dan matinya industri dalam negeri.

Ketua Umum Hariyadi Sukamdani menyebut, pada semester I-2015 masa adaptasi pemerintahan Jokowi-JK sudah berlalu dan kini di dalam semester II-2015 menjadi masa-masa kritis.

"Penentuan hidup dan matinya industri kita, sektor rill kita, oleh karena itu pemerintah diharapkan memperhatikan seluruh apa yang disampaikan," tegas Hariyadi dalam diskusi Polemik Sindotrijaya Network dengan topik Catatan RAPBN 2016 di Warung Daun Cikini, Sabtu (15/8/2015).

Para pengusaha pun berharap seluruh penyumbatan (bottleneck) dan bermacam distorsi yang ada seperti contohnya dweling time, sapi, beras segera diambil langkah hukum. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh proses daripada distribusi pangan terjaga baik.

"Didalam proses untuk menghadapi turbulance mata uang, kami berharap seluruh masyarakat, kami, waktu kita memperhatankan Rupiah, orang memikirkan spekulasi atau sekuriti, memindahkan mata uangnya ke valas. Tolong jaga Rupiah kita," cetus dirinya.

Dirinya pun meminta dalam menutup tahun 2015 dengan baik, harus mengikuti proses penegakan hukum yang dilihat secara profesional dan jangan berlebihan.

"Kalau mau nutup 2015 ini, tidak ada waktu tersisa cukup banyak. Khusus penegakan hukum mendorong ekonomi kita setuju, bukan kriminalisasi," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini