Sofyan Djalil: Banyak Pengusaha yang Berpendidikan Rendah

Raisa Adila, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2015 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 19 320 1198761 sofyan-djalil-banyak-pengusaha-yang-berpendidikan-rendah-CZIYsNKemK.jpg Sofyan Djalil. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Indonesia terancam tidak dapat bertahan dalam ketatnya persaingan di pasar bebas ASEAN, atau yang lebih dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Sofyan Djalil mengaku, sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih jauh dari harapan untuk kompetitif dengan negara lain. Sebab, ada yang aneh dengan sistem pendidikan di negara ini.

"Sistem pendidikan masih harus dipikirkan ulang. Kenapa semakin tinggi pendidikan semakin dependent, bukan independent. Ada yang salah dalam sistem pendidikan kita. Pengusaha banyak yang berpendidikan rendah," kata Sofyan di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Dia justru mempertanyakan, kefektifan sistem ranking yang digunakan di sekolah. Sebab, cara mendidik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan SDM untuk berkompetisi dengan negara lain pada era pasar bebas.

"Apa benar sistem memberi ranking itu apa benar. Sebentar lagi masuk MEA. Persaingan global yang kita enggak pernah bayangkan. Gimana kita didik anak kita supaya bersiap ke dunia yang enggak pernah kita bayangkan ini," ujarnya.

Sementara itu, dia juga mengkhawatirkan hilangnya pekerjaan di dunia akibat perkembangan teknologi. Hal ini tentu menjadi kabar buruk jika SDM tidak siap dengan kenyataan tersebut.

"Yang survei di Amerika itu 10 tahun mendatang 70 persen pekerjaan akan menghilang karena diganti oleh komputer, smart machine. Kita akan punya driver less car, bus, di mana supir taksi enggak diperlukan lagi misalnya. Ini anak-anak kita harus kita didik," tandas dia.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini