Mochtar Riady: Karawang-Bekasi itu Shenzhen-nya Indonesia

Agregasi Jum'at 28 Agustus 2015 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 28 470 1204213 mochtar-riady-karawang-bekasi-itu-shenzhen-nya-indonesia-DlerkFXUVL.jpg Mochtar Riyadi: Karawang-Bekasi itu Shenzhen-nya Indonesia (Foto: Bloomberg)

JAKARTA – Sektor properti di Indonesia menjadi lokomotif penggerak untuk sekira 150 industri lain. Di banyak negara, properti kerap dijadikan elemen pendorong perekonomian. Demikian penuturan Mochtar Riady, Chairman Lippo Group, dalam acara Golden Property Awards di Raffles Hotel, Jakarta.

Mochtar memberi ilustrasi perkembangan ekonomi di China dalam 25 tahun terakhir yang mengalami pertumbuhan ekonomi luar biasa.

“Sebagai perbandingan, pada 1991, gross domestic product (GDP) di China hanya USD200 per kapita, saat ini GDP telah mencapai USD10.000 per kapita. hal ini bisa terjadi lantaran pemerintah China membangun 500 kota kabupaten jadi kota-kota modern,” papar Mochtar.

Di Indonesia sendiri, menurut dia, prospek properti masih menjanjikan, kendati kondisi perekonomian melemah. Bahkan, Mochtar berani mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi properti paling menjanjikan di dunia.

Agar pertumbuhan properti berjalan baik, dia mengimbau pemerintah mengurangi pajak agar pengembang tidak terbebani. Sebaliknya, pemerintah sebaiknya memberi insentif.

“Jika properti Indonesia bisa kembali booming, maka perekonomian Indonesia bisa bertahan,” katanya.

Menyoal kawasan prospektif bagi industri properti, Mochtar menyebut Karawang dan Bekasi. Pasalnya, di kawasan ini banyak terdapat perusahaan asing yang beroperasi, terutama perusahaan Jepang.

“Daerah mana yang menghasilkan seribu unit mobil dan 10 ribu motor dalam setahun. Hanya di Karawang dan Bekasi,” ujarnya. “Karawang dan Bekasi adalah Shenzhen of Indonesia.”

Potensi inilah yang membuat Lippo membangun kompleks hunian untuk masyarakat Jepang yang ada di Cikarang dan sekitarnya.

“Awalnya saya mengusulkan nama ‘Little Tokyo’, namun dari pihak direksi menggantinya menjadi “Orange County,’” kata Mochtar.

(rtw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini