Image

Makin Tertekan, Entreprenuer Harus Makin Kreatif

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 01 September 2015, 06:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 08 31 320 1205800 makin-tertekan-entreprenuer-harus-makin-kreatif-dlrkqIEDrQ.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA—Di tengah perekonomian nasional yang terpuruk seperti sekarang ini dimana nilai Rupiah terhadap dolar AS terus melemah, harusnya tidak menjadi halangan bagi para wirausaha untuk terus mengembangkan usahanya.

Justru dengan kondisi seperti ini, ide-ide kreatif akan selalu muncul dengan berbagai strategi jitu untuk bertahan.

“Dengan kata lain, seorang enterpreneur itu semakin tertekan dan tergencet, tentu daya kreatif mencari solusi atau jalan keluar akan semakin muncul. Ya, setidaknya strategi untuk bertahan dengan cara cerdas,” ujar CEO dan Co-Founder Bukalapak, Achmad Zaky, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2015).

Zaky menambahkan, jika telah terasah memunculkan ide-ide kreatif tentu peluang-peluang menemukan bisnis baru akan muncul dengan sendirinya. “Intinya enterpreneur itu tidak boleh berhenti untuk terus berkreasi menciptakan peluang yang tujuannya membesarkan usaha dan pasar yang dibentuknya,” ujarnya.

Salah satu yang bisa dijadikan peluang, kata Zaky adalah internet dengan jaringan media sosial yang menunjukkan tren yang terus naik bahkan melesat. “Internet dan media sosial bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai medium bisnis. Jika ditekuni secara serius bisa berubah menjadi mesin pencetak uang,” kata dia.

Apalagi saat ini pembenahan infrastruktur internet di Indonesia berjalan cukup baik. Diperkirakan pemakai internet jumlahnya kini mencapai angka 82 juta orang atau sekira 30 persen dari total penduduk di Indonesia. Jumlah ini akan semakin meningkat dan menjadi parameter tingkat melek teknologi di kalangan masyarakat Indonesia yang semakin membaik.

Dari melek teknologi ini membuat masyarakat mulai mengenal yang namanya jualan melalui internet, baik melalui market place, ataupun media sosial.

“Tak berlebihan jika sekarang banyak UKM yang sudah go online. Ini merupakan pertanda bagus bahwa di tengah keterpurukan perekonomian nasional, masih ada harapan bahwa bisnis bisa bertumbuh. Ini menambah keyakinan saya bahwa bisnis online ini merupakan bisnis masa depan,” tegas Zaky.

Apalagi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 akan segera datang dalam hitungan bulan. Karenanya, para pelaku UKM harus terus melakukan inovasi untuk mengembangkan produk sehingga kelak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Salah satu alternatif dalam meningkatkan kelas UKM adalah dengan melakukan penjualan secara online sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam meningkatkan daya saing UKM di Indonesia, karena penjualan produk via pasar online tidak mengenal batas teritorial (borderless),” jelas Zaky.

Komitmen kuat Bukalapak dalam mendorong UKM go online adalah Bukalapak telah membantu ibu-ibu UKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi Surabaya dengan memberikan serangkaian pelatihan bagaimana caranya berjualan secara online di Bukalapak.com. Pelatihan tersebut mendapatkan sambutan luar biasa. Ibu-ibu UKM di Surabaya sangat antusias belajar berjualan secara online di Bukalapak.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini