Share

Beda Makna Pelemahan Yuan dan Rupiah Cs

Widi Agustian, Okezone · Sabtu 05 September 2015 05:27 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 04 213 1208268 beda-makna-pelemahan-yuan-dan-rupiah-cs-H68jKuvY76.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Mata uang mayoritas negara di dunia tertekan sepanjang tahun ini. Alhasil, mata uang ini mengalami pelemahan yang cukup lumayan.

Sepanjang tahun ini, real Brasil sudah melemah 28 persen terhadap dolar AS. Sementara lira Turki terpuruk 20 persen. Demikian dilansir dari CNN, Sabtu (5/9/2015).

Tak hanya itu, peso Kolombisa juga anjlok 23 persen atas dolar AS. Mata uang Rupiah Indonesia juga sudah jatuh 11 persen atas mata uang dolar AS.

Bagi negara-negara tersebut, pelemahan kurs yang terjadi merupakan alarm akan krisis. Tapi, rendahnya nilai mata uang memang dikehendaki oleh sejumlah negara.

Misalnya China. Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini sengaja melemahkan nilai mata uangnya yuan (devaluasi) sebesar 2 persen pada bulan lalu. Ini merupakan pergerakan paling signifikasn selama dua dekade.

Pengamat meyakini, pelemahan yuan ini dilakukan untuk menjadikan pasar ekspor China menjadi lebih atraktif.

"Saya tidak terkejut, dalam dua tahun terekhir terlihat pelemahan mata uang yuan sejalan dengan peningkatan ekonomi China," kata Chief Emerging Markets Economist Capital Economics, Neil Shearing.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini