nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Minta 46% Rakyat Gagap Perbankan Diobati

Prabawati Sriningrum , Jurnalis · Rabu 09 September 2015 14:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 09 09 457 1211085 presiden-jokowi-minta-46-rakyat-gagap-perbankan-diobati-nRVYJRoveg.jpg Ilustrasi perbankan. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang perkembangan industri keuangannya masih relatif rendah. Pasalnya, minat warga negara Indonesia akan akses keuangan masih minim.

"Sebanyak 54 persen rakyat Indonesia sudah memiliki akses keuangan resmi, masih ada 46 persen lagi rakyat harus dijangkau agar terhubung keuangan resmi. Ke depan, rakyat harus tersentuh lembaga keuangan resmi, sebagai subjek aktif," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Jokowi mengatakan, tereintegrasinya rakyat dengan perbankan akan memobilisasi pendanaan serta investasi. Selain itu, dana tersebut juga dapat digunakan untuk menjangkau rakyat agar dapat memanfaatkan literasi keuangan dan pelayanan perbankan.

Menurutnya, saat ini pulau terluar dan daerah perbatasan masih belum tersentuh layanan perbankan dengan baik. Oleh karena itu, dengan adanya pembiayaan literasi keuangan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terkait keuangan di daerah.

Dia menambahkan, Indonesia juga memiliki rentang geografis sangat luas masih memiliki permasalahan literasi keuangan di wilayah perbatasan. Dikarenakan, akses untuk meninjau ke kawasan tersebut yang cukup sulit.

"Dibutuhkan inovasi seperti hadirkan kapal-kapal melayani perbankan di wilayah kepulauan dan mobil-mobil masuk ke wilayah itu," tambahnya.

Oleh karena itu, dia meminta perbankan untuk berinovasi memberikan pelayanan inklusif keuangan kepada seluruh warga khususnya yang belum terjangkau perbankan. Pasalnya, perbankan tidak boleh semata-mata melakukan transaksi keuangan, namun juga mengemban misi agar masyarakat lebih melek terhadap bank.

"Pelaku perbankan harus melakukan inovasi bersamaan dengan teknologi inovasi semua kalangan. Seperti petani para nelayan menanti semua sistem keuangan yang inklusif dan sistem keuangan yang berkeadilan," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini