Lagu Lama Aransemen Baru, Tax Holiday

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 11 September 2015 06:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 09 10 20 1212118 lagu-lama-aransemen-baru-tax-holiday-XpRHfqEOW9.jpg Ilustrasi pajak. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Peraturan baru mengenai tax holiday telah diterbitkan Agustus kemarin. Namun, sebenarnya kebijakan ini bukanlah kebijakan baru, tax holiday sudah ada sejak 1967.

Melansir InsideTax, Jumat (11/9/2015), aturan tax holiday sudah lama ada, hanya saja terjadi pasang surut dalam pemberlakuan insentif pajak ini. Tax holiday pertama kali muncul melalui Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Selang tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1970, ketentuan mengenai tax holiday tersebut dihapus.

"Baru pada 1996 rezim tax holiday kembali ‘dihidupkan’ lewat PPh Badan yang Ditanggung Pemerintah. Namun sekali lagi, fasilitas tax holiday ini akhirnya kembali dihapuskan," jelas InsideTax.

Namun, pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pemerintah berusaha menggairahkan perekonomian nasional dengan upaya meningkatkan penanaman modal. Pemerintah berupaya untuk menciptakan iklim penanaman modal yang kondusif, promotif, memberikan kepastian hukum, keadilan, dan efisien dengan tetap memperhatikan kepentingan ekonomi nasional.

"Salah satu bentuk kebijakan dalam mendorong penanaman modal ini dilakukan melalui pemberian insentif pajak yang salah satunya adalah tax holiday," kata InsideTax.

Ketentuan lebih lanjut mengenai fasilitas ini diatur melalui PMK-130 yang baru-baru ini telah digantikan dengan PMK-159.7 Pemberlakuan ketentuan baru tax holiday di era Presiden Jokowi ini pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kegiatan investasi langsung.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini