Banyak Orangtua Masih Berinvestasi Secara Konvensional

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Minggu 13 September 2015 05:55 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 11 457 1212800 banyak-orangtua-masih-berinvestasi-secara-konvensional-2f9Vyv6WNi.jpg Ilustrasi investasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Masih banyak orangtua yang merencanakan keuangannya untuk pendidikan dengan berinvestasi di simpanan konvensional seperti deposito. Namun, adanya pembatasan bunga berjangka membuat pertumbuhan dana deposito melambat.

Senior Vice President and Head of Wealth Management HSBC Indonesia, Steven Suryana, mengatakan kebanyakan orangtua di Indonesia memilih deposito, meskipun jika dihitung deposito tidak terlalu menguntungkan.

"Jadi kita edukasi juga, karena dengan deposito, apakah ke depannya deposito tersebut memberikan suku bunga seperti sekarang," ujar Steven kepada Okezone di Jakarta.

Menurut dia, suku bunga di luar negeri memang jauh lebih rendah ketimbang di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini memang masih cukup menarik untuk menanamkan uang mereka di deposito.

"LPS sendiri masih 7,75, di luar negeri misalnya seperti di Amerika suku bunganya sudah 0 koma sekian persen. Kayak di Singapura dan negara lain sudah 1 persen atau 2 persen," ucapnya.

"Jadi masih berpikir, saya ingin yang paling aman di deposito saja. Tapi kalau empat tahun lagi suku bunga di Indonesia turun, apakah yang direncanakan tersebut mencukupi," ungkapnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini