nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Realisasikan 35 Ribu Mw, RI Bakal Krisis Pemadaman Listrik

Hendra Kusuma, Jurnalis · Minggu 13 September 2015 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 13 19 1213399 tidak-realisasikan-35-ribu-mw-ri-bakal-krisis-pemadaman-listrik-kNs2A3H5fx.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat Indonesia saat ini hanya membutuhkan kepastian akan pasokan listrik dalam penggunaan sehari-harinya. Sebab, sampai saat ini kebutuhan listrik nasional masih belum juga dapat dipenuhi oleh pemerintah. Apalagi, kebutuhan listrik setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

"Rakyat itu butuhnya listrik, kalau tidak terpenuhi maka kita akan masuk pada krisis pemadaman listrik," kata Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa di Jakarta, Minggu (13/9/2015).

Rencana pemerintah membangun listrik 35.000 megawatt (mw) selama lima tahun ke depan atau sampai 2019 sudah sangat mendesak untuk direalisasikan.

"Karena listrik tumbuh terus kita tidak perlu khawatir mengenai over suplai, tapi jangan sampai masyarakat Indonesia kurang listrik," tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Fabby, realisasi pembangunan listrik 35.000 mw ini akan menggunakan energi mix. Di mana, batu bara sekitar 50 persen, energi baru dan terbarukan 25 persen, gas 24 persen, dan Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya satu persen.

Namun, Fabby mengungkapkan, realisasi pembangunan listrik 35.000 mw bisa dilaksanakan cepat jika pemerintah memberikan kepastian, mulai dari hukum hingga target pembangunan listrik itu sendiri.

"Jadi kalau memang ada kepastian ada eksekusi maka swasta pelan-pelan akan masuk. Jadi sinyal kepastian itu penting, masyarakat itu membutuhkan listrik, bagaoimana caranya pemerintah itu urusan pemerintah," tandasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini