nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Tembus Rp14.800, Buat Maskapai Tutup Rute Penerbangan

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 28 September 2015 06:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 09 27 320 1221614 rupiah-tembus-rp14-800-buat-maskapai-tutup-rute-penerbangan-k2Jpfq8rjp.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anjloknya mata uang Rupiah tentu membuat khawatir banyak pihak, khususnya pelaku dunia usaha. Terlebih bagi perusahaan yang banyak menggunakan dolar dalam operasionalnya seperti maskapai penerbangan.

Pengamat Penerbangan Arista Atmadjati menjelaskan, setidaknya 75 persen biaya rutin yang dikeluarkan sebuah maskapai dalam bentuk dolar. Seperti misalnya untuk pembelian suku cadang, perawatan pesawan, biaya sewa pesawat hingg pembelian bahan bakar.

"Tentunya pergerakan mata uang Rupiah sangat berpengaruh terhadap maskapai. Kalau semakin anjlok ya semakin berat maskapai," ucapnya saat dihubungi Okezone beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, para maskapai yang ada di Indonesia bisa saja melakukan efisiensi ataupun hedging dari dampak pelemahan Rupiah. Namun menurut perhitungannya batas paling bawah dari anjloknya Rupiah agar maskapai bisa bertahan adalah Rp13.500 per USD. Sementara kemarin Rupiah hampir saja menyentuh level Rp14.800 per USD.

"Asosiasi juga menghitung batas paling gawat Rp13.500 per USD. Ini sekarang sudah anjlok parah. Ini sudah mengkhawatirkan sekali," imbuhnya.

Jika Rupiah masih terus terpuruk, Arista meramalkan akan banyak maskapai yang menutup rute penerbangannya dan memilih hanya memarkirkan pesawatnya. Pasalnya selain dibebankan fluktuasi Rupiah, maskapai juga terbebani dari biaya seperti navigasi, landing fee dan parking fee. Belum lagi harga avtur yang hingga kini belum turun.

"Oleh karena itu, seharusnya pemerintah membebaskan bea masuk impor suku cadang pesawat. Biaya-biaya itu juga diringankan. Kalau tidak ya mereka lebih milih parkir pesawatnya dan menutup rute penerbangan," pungkas Arista.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini