Share

Beli Valas Dibatasi Picu Sepinya Money Changer

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Selasa 29 September 2015 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 28 20 1222227 beli-valas-dibatasi-picu-sepinya-money-changer-lrSSijVeeC.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah tengah memasuki tren pelemahan. Nilainya digadang-gadang bakal menembus USD15 ribu per USD. Seharusnya, money changer diserbu orang-orang yang mau menukarkan dolar AS yang mereka miliki.

Tapi, sejak Bank Indonesia (BI) mengubah batas nilai pembelian dolar AS, transaksi penukaran uang di money changer PT Ayu Masagung menurun. Selain itu, lanjut Bayu, dalam pelemahan Rupiah, permintaan dolar AS didominasi oleh orang dalam negeri mencapai 90 persen.

"Orang asing jarang beli. Sekalinya transaksi, yang ada orang asing jual. Enggak mesti USD, euro juga," ungkap salah seorang teller money Changer PT Ayu Masagung Bayu Hermina kepada Okezone di Jakarta.

Dia mengatakan, nilai tukar Rupiah sekarang ini sulit diproyeksi. "Enggak pasti, tapi sepertinya akan tembus ke 15.000. Sebenarnya enggak bisa diprediksi juga sih," ujar Bayu

Sekedar diketahui, Bank Indonesia (BI) telah mengubah batas nilai maksimum pembelian valuta asing (valas) melalui transaksi spot yang dilakukan tanpa keperluan tertentu atau underlying, dari sebelumnya sebesar USD100 ribu per bulan per nasabah per pihak asing menjadi sebesar USD25 ribu atau ekuivalennya per bulan per nasabah.

Dengan demikian, pembelian valas di atas USD25.000 diwajibkan memiliki underlying transaksi berupa seluruh kegiatan perdagangan dan investasi. Selain itu, BI mengatur pula bahwa apabila nominal underlying transaksi tidak dalam kelipatan USD5.000, maka akan dilakukan pembulatan ke atas dalam kelipatan USD5.000.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini