Share

Rupiah Melemah, Importir Naikkan Harga Jual Barang

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 30 September 2015 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 29 320 1223060 rupiah-melemah-importir-naikkan-harga-jual-barang-dYO40VPYce.jpg Ilustrasi: Okezone
JAKARTA - Terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyebabkan para pengusaha, tak terkecuali importir tidak ingin menanggung kerugian sendirian. Oleh karena itu, dengan melemahnya Rupiah, maka otomatis akan memaksa harga di kalangan importir meningkat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Achmad Ridwan Tento mengatakan, kondisi melemahnya Rupiah sangat dirasa dan berpengaruh besar bagi para pengusaha.

“Tentunya besar sekali (pengaruhnya). Biasanya kita masih Rp12 ribu, naik Rp13 ribu, Rp14 ribu hingga Rp14 ribu sekian, ini sangat besar. Nah intinya begini, importir pasti tidak mau rugi sendiri berarti dengan kenaikan kurs dolar akan jadi beban buat end user. End user-nya siapa? Ya konsumen atau customer,” ujarnya kepada Okezone saat dihubungi di Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Dia mencontohkan, perajin tahu dan tempe yang masih memerlukan bahan baku utama kedelai yang notabene masih diimpor. Akibatnya, banyak perajin tahu tempe yang enggan menaikkan harga namun lebih mengecilkan bentuk produksi tahu-tempenya sebagai salah satu alternatif atau solusi agar tidak memberatkan konsumen dengan menaikkan harga.

“Kalau importir barang, yang jual lagi kan pedagang, misalnya kedelai pengrajin tahu tempe akhirnya tahu-tempe ukuran jadi kecil,” papar dia.

Kendati demikian, tutur Ridwan, namun dengan situasi saat ini di mana daya beli masyarakat sedang menurun, maka kebanyakan konsumen akan menahan konsumsi.

“Nah, tapi dengan situasi sekarang daya beli melemah, konsumsi jadi wait and see,” tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini