Daging Ayam hingga Bensin Sebabkan Deflasi September 2015

Raisa Adila, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2015 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 01 320 1224189 daging-ayam-hingga-bensin-sebabkan-deflasi-september-2015-ctcOvCMgDF.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada September 2015 sebesar 0,05 persen. Deflasi ini salah satunya disebabkan dari menurunnya harga daging ayam hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, harga daging ayam ras pada September 2015 terjadi penurunan sebesar 9,31 persen. Hal ini dikarenakan suplai daging ayam di pasar cukup melimpah.

"Kalau daging ayam ini terjadi penurunan harga di 62 kota IHK (Indeks Harga Konsumen). Tertinggi penurunan harganya di Jambi dan Pematang Siantar," jelas dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Selain itu, dia menyatakan, cabai merah dan tarif angkutan udara juga menyumbang deflasi pada September 2015 masing-masing 0,09 persen.

Secara lebih terperinci, komoditas yang menyebabkan deflasi pada September 2015 yaitu :

1. Daging ayam ras, harga turun 9,31 persen. Andil deflasi 0,13 persen. Terjadi penurunan harga di 62 kota IHK.

2. Cabai merah penurunan harga 10,98 persen dan andil deflasi 0,09 persen. Terjadi penurunan harga pada 58 kota IHK Padang Sidempuan dan Jambi sampai 40 persen .

3. Tarif angkutan udara turun 10,22 persen dengan andil deflasi 0,09 persen. Terjadi penurunan harga pada 30 kota IHK.

4. Bawang merah turun 9,97 persen dengan andil deflasi 0,04 persen. Terjadi penurunan pada 71 kota IHK.

5. Cabai rawit turun 12,27 persen dengan andil 0,02 persen. Terjadi penurunan pada 49 kota IHK.

6. Minyak goreng turun 1,95 persen dengan andil 0,02 persen.

7. Bensin dalam hal ini Pertamax turun 0,53 persen dengan andil 0,02 persen. Terjadi penurunan pada 68 kota IHK.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini