Rini Soemarno Minta China Diskon Biaya Pembangunan Kereta Cepat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2015 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 01 320 1224416 rini-soemarno-minta-china-diskon-biaya-pembangunan-kereta-cepat-u0vnDW986J.jpg Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Reuters)
JAKARTA – Pemerintah telah menentukan China sebagai pengagas pembangunan proyek kereta cepat (High Speed Train) rute Jakarta-Bandung. Namun, kecepatan kereta ini tidak akan secepat rencana awal.

Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, akan meminta pihak China untuk menurunkan nilai proyek. Pasalnya, kecepatan kereta cepat rute Jakarta-Bandung bakal mempunyai kecepatan minimum 250 km per jam dan maksimum 300 km per jam atau lebih pelan dari proyek sebelumnya.

“Sekarang kita sedang negosiasi terms and condition. Karena kalau kita bikin joint venture agreement bagaimana, apa, ini yang sekarang dalam proses. Jadi kita belum bisa meng-announce sampai itu semua selesai,” ujarnya usai upacara di Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

“Karena juga pada saat yang sama, kecepatannya ini minimum 250 maksimum 300, jadi kita minta negosiasi supaya harga juga lebih murah. Jadi masih proses,” tambah dia.

Dia berharap, proyek yang direncanakan groundbreaking tahun ini harus berjalan seoptimal mungkin dalam pembangunan-pembangunannya, guna menyerap tenaga kerja dan menghidupkan perekonomian di sepanjang jalur kereta cepat tersebut. Selain itu, proyek ini harus dioptimalkan, lantaran koridor Jakarta-Bandung juga sudah sangat padat.

“Padahal kalau kita lihat potensi pertumbuhan ekonominya kan besar sekali. Makanya kita merasa bahwa dengan pembangunan kereta ini selain secara langsung dalam proses pembangunan menyerap tenaga kerja, tapi juga menghidupkan perekonomian sepanjang jalur itu,” terang Rini.

Rini menekankan, proyek tersebut akan berjalan tahun ini dan diperkirakan rampung pada 2019, maka kemudian ketika waktu pengoperasiannya, dia meminta untuk sertifikasi internasional dalam hal keamanan (safety) dan persinyalan menjadi hal yang paling utama.

“Jadi memang kita harapkan biarpun konstruksi selesai akhir 2018, mungkin karena pengecekan itu semua, proses jalurnya itu disiapkan semua, mungkin memang 2019 baru operasional secara komersial,” tukasnya.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini