nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi MEA, Produsen Khawatir Batik Terlupakan

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2015 05:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 10 02 320 1225303 hadapi-mea-produsen-khawatir-batik-terlupakan-74rfrASYDX.jpg Ilustrasi batik. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Di akhir tahun nanti Indonesia akan dihadapkan dengan persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), di mana produk-produk luar akan bersaing dengan produk lokal dalam negeri. Lalu apa yang ditakutkan produsen lokal menghadapi MEA?

Sebagai salah satu produsen lokal Azmiah Edy Sunarto mengungkapkan kecemasannya justru datang dari minat beli masyarakat Indonesia yang lebih memilih produk luar dibandingkan lokal.

"Mau tidak mau kan harus siap. Tapi kami pikir yang perlu dikhawatirkan adalah konsumen dalam negeri," tutur Edy pemilik Rumah Batik Azmiah Jambi kepada Okezone.

Menurutnya, masih ada kekurangan dalam mengedukasi konsumen dalam negeri untuk mengenal lebih dekat hasil karya Indonesia. Misalnya saja Batik, di mana masyarakat belum paham benar apa beda batik asli dengan printing, yang tentunya memiliki perbedaan.

"Kalau edukasi konsumen bisa dilakukan bersama pemerintah bersama Pengusaha, UKM dan Akademisi yang berperan. Saya yakin masyarakat akan mengetahui dan memilih batik atau karya lainnya asli Indonesia,"tuturnya.

Dia menilai, apa yang dihasilkan para UKM dan perajin Indonesia seperti Batik merupakan hasil karya seni yang dikerjakan dengan tangan yang memiliki nilai pasti berbeda dengan hasil batik printing.

Kendati demikian, Edy percaya konsumen dalam negeri mencintai setiap produk atau karya asli Indonesia. Namun kekurangannya adalah pemahaman mereka akan produk Indonesia. "Cinta iya. Tapi mereka belum tahu pasti apa yang mereka pakai batik atau enggak," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini