Kiat Menyiapkan Keuangan Keluarga Tanpa Cekcok

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2015 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 03 457 1225543 kiat-menyiapkan-keuangan-keluarga-tanpa-cekcok-lbs0rFv1d0.jpg Ilustrasi: Dok Okezone

JAKARTA - Menyiapkan keuangan keluarga kerap menimbulkan perbedaan pendapat di antara suami dan istri. Bagaimana menyiapkannya tanpa harus adu mulut?

Hubungan antara keharmonisan suami-istri tidak terlepas dari uang. Meski telah bertahun-tahun bersama, tak jarang urusan finansial menyebabkan pertengkaran, bahkan berujung pada perceraian.

“Bagi pasangan muda, jangan sampai hal ini terjadi. Cekcok dengan pasangan karena masalah finansial dapat dihindari dengan komunikasi dan pengelolaan keuangan yang baik,” ujar EVP, Head of Wealth Management and Business Strategy Commonwealth Bank, Rian Kaslan.

Rian Kaslan, yang juga penggiat gerakan literasi keuangan perempuan, WISE (Women Investment Series) berbagi tips untuk membantu para pasangan muda mengelola keuangan keluarga dengan lebih bijak. Sehingga keharmonisan keluarga dapat tetap terjaga. Berikut lima kiat, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (3/10/2015).

1. Komunikasi

Meskipun sudah berkeluarga setiap orang pasti memiliki keinginan dan ekspektasi yang berbeda-beda. Komunikasikan keinginan dan ekspektasi keuangan Anda dengan pasangan. Dengan mendiskusikan tujuan masing-masing dan menyepakati tujuan bersama, saling adu argumen saat mengambil keputusan pengeluaran dan keuangan lainnya di masa depan dapat dihindari.

2. Akun Bersama

Meski akun bersama biasanya dibuat untuk keperluan investasi, tidak ada salahnya jika Anda dan pasangan membuat akun khusus untuk pengeluaran sehari-hari, seperti untuk keperluan bayar kartu kredit, listrik, dan lainnya. Dengan demikian kita akan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dan menggunakan uang bersama.

3. Dana Darurat

Siapkan pos untuk dana darurat. Jangan pernah melupakan hal yang tampaknya sepele ini, karena keadaan darurat tidak pernah bisa diduga kapan datangnya. Contoh keadaan darurat diantaranya, membayar biaya rumah sakit, membayar pengeluaran ketika tidak ada pemasukan karena pasangan dipecat dari pekerjaannya, dan lainnya.

4. Saling Terbuka

Informasikan uang yang kita keluarkan kepada pasangan, baik untuk belanja maupun investasi, tidak terkecuali pengeluaran dari sumber dana Anda sendiri. Membangun kebiasaan komunikasi yang saling terbuka juga turut membangun kepercayaan, melalui konsultasi dan sikap saling terbuka dengan pasangan membuat kita lebih bijak dalam melihat pengeluaran.

5. Laporan Keuangan

Catatlah pemasukan dan pengeluaran rumah setiap hari. Kebiasaan tersebut membuat kita bisa menganalisa secara objektif pengeluaran mana yang dapat dikurangi atau pos pengeluaran mana yang memerlukan biaya lebih banyak dan bagaimana menyiasatinya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini