Susi Larang Ekspor Bahan Mentah Rumput Laut di 2020

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2015 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 09 320 1229037 susi-larang-ekspor-bahan-mentah-rumput-laut-di-2020-aB3t7vAuSi.jpg Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan Indonesia tidak lagi menjadi ekspor rumput laut dalam bentuk bahan mentah. Diharapkan tahun 2020, target tersebut bisa dicapai.

Susi menilai, ekspor bahan mentah rumput laut tidak menghasilkan keuntungan yang besar. Dengan diolah terlebih dahulu rumput laut bisa menjadi bahan siap pakai untuk berbagai industri.

Keinginan Susi ini sejalan dengan surat Sekretaris Kabinet nomor B-16/Seskab/3/2015 sebagai tindak lanjut arahan presiden memfokuskan pengembangan spesies rumput laut yang bagus untuk dioleh lebih lanjut (kosmetik, sabun, obat dan makanan).

"Keuntungan yang terbesar adalah dari pengolahan, dari menjadikan rumput laut ini bahan yang sudah jadi untuk kosmetik, industri, jangan sampai kita hanya mendapatkan nilai yang terendah, ini untuk kesejahteraan masyarakat, ya kita harus tingkatkan value," papar Susi di Kantornya, Jumat (9/10/2015).

Terkait hal ini, Susi mengaku sudah membicarakan dengan asosiasi-asosiasi terkait untuk meningkatkan pengolahan rumput laut.

Bahkan, Mantan Bos Susi Air ini akan memberi target pengurangan ekspor bahan mentah rumput laut setiap tahunnya.

"Kita mestinya tiap tahun harus sudah mempunyai target untuk mengurangi 20 persen ekspor row material (bahan mentah), kalau enggak harga rumput laut di petani tidak akan maju," kata Susi.

Mulai 2016, diharapkan ekspor bahan mentah rumput laut berkurang 10 persen. Tahun selanjutnya, 25 persen, 30 persen, hingga 0 persen.

"Sehingga tahun 2020 sudah bisa kita larang total ekspor row material," imbuh Susi.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini