Pasar Bebas, Kesempatan Indonesia untuk Belajar

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2015 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 10 320 1229705 pasar-bebas-kesempatan-indonesia-untuk-belajar-8BSVvua0bw.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sudah di depan mata, tidak sedikit beberapa pandangan pesimistis yang menyebut Indonesia akan jadi pasar saja.

Namun, bagi Direktur Independen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Indra Pudjiastuti Prastomiyono, MEA harus dihadapi dengan rasa optimistis.

"Kita yang pertama supaya menjadi orang optimis itu adalah mulai dari sendiri, kedua pilih lingkungan, bergaul dengan orang tepat, orang yang bangun rasa optimis, bukan yang pesimis," kata Indra di Sekolah Tinggi Manajeman PPM, Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Indra menambahkan, pola pikir optimistis dapat diciptakan dari diri sendiri. Untuk itu, bagi seorang pemimpin (leadership) dibutuhkan membangun karakter yang optimis.

"Lalu kemauan, banyak sekali yang pesimitis, tapi kita harus berpikir berbeda. Kalau yang lain pesimis kita jangan pesimis. Jadi buat karakter, knowledge, skill, apa yang dipikiran apa itu yang akan terjadi. Makanya kita harus pikir positif," jelasnya.

"Kalau optimis terjadilah optimis. Sehingga semuanya bisa terjadi positif," sambungnya.

Pada dasarnya, MEA adalah sebuah kesempatan bagi Indonesia untuk terus belajar, mendapat pengetahuan dan menyelesaikan masalah hingga tuntas.

"Kita harus sebagai pemimpin, belajar, skill, knowlede dan base karakter dan atittude. Jangan pernah menyerah," tukasnya

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini