nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bunga yang Layu Sebelum Berkembang

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2015 12:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 12 457 1230362 bunga-yang-layu-sebelum-berkembang-FNXX4hznSv.jpg Foto: Dok Koran Sindo.

ALKISAH, ada seorang anak yang sangat menyenangi bunga-bungaan. Ia ingin rumahnya ditumbuhi bunga-bunga indah.

Karena itu, saat akan berulang tahun, ia pun meminta hadiah kepada orangtuanya. ”Papa, mama. Aku ingin sekali punya tanaman bunga yang indah seperti di taman kota, seperti waktu Papa ajak aku jalan-jalan tempo hari,” pinta si bocah. Keesokan harinya, tepat di hari ulang tahunnya, permintaan itu dikabulkan. Sebuah pot bunga berisi tumbuhan segar diberikan sebagai hadiah.

”Terima kasih Pa, Ma. Tapi, ini kok enggak ada bunganya?” tanya si bocah polos. Orangtuanya menjawab, ”Bunga yang kamu inginkan itu memang hanya tumbuh saat musimnya datang,” ujar keduanya dengan sabar. ”Yang penting, rawat tanaman ini baikbaik, sirami, dan pelihara sungguh- sungguh.” Si bocah pun mematuhi kata- kata orangtuanya.

Setiap hari, disiraminya tanaman bunga yang diletakkan di pinggir jendela kamarnya itu. Hari demi hari berlalu. Tak terasa, sudah dua minggu lebih tanaman itu ada di kamar si bocah. Tanaman itu terlihat makin segar karena rajin disiram oleh si bocah. Tapi, yang ditunggu-tunggu si bocah tak kunjung tiba. Tanaman itu baru memunculkan satu dua kuncup calon bunga. Maka, si bocah pun bertanya kepada kedua orangtuanya.

 ”Papa Mama, mengapa aku sudah rajin menyiram dan merawat, yang muncul hanya kuncup ini? Mana bunganya?” ”Nak, sabar. Kuncup itu nantinya akan jadi bunga indah yang kamu inginkan. Terus rawat, ya. Maka kuncup itu akan mekar pada waktunya,” ucap kedua orangtuanya memberi nasihat. Si bocah mengangguk. Namun, dalam hatinya ia sedikit kecewa. Sudah cukup lama ia menanam dan merawat, tapi yang ia dapat hanya kuncup bunga. Tak terasa, seminggu kemudian, kuncup itu pun terlihat hendak mekar.

Warna kuning merekah sudah terlihat dari dalam kuncup itu. Si bocah kegirangan. Dikiranya, bunga itu segera akan mekar. Maka, ia pun segera meraih kuncup bunga yang hendak merekah itu. Ia merasa, bunga itu harus dibantu untuk bisa keluar dan menghiasi kamarnya. Tanpa ia sadar, tindakannya itu justru merontokkan bunga yang hendak mekar. Bunga yang memang sedang menunggu saat tepat untuk merekah itu justru layu saat dibantu tangan bocah untuk mekar. Bocah itu pun menangis. Ia menyesali perbuatannya yang hendak membantu mekarnya bunga, malah mematikan bunga itu.

The Cup of Wisdom

Kisah tersebut adalah sebuah pelajaran kehidupan, bahwa tidak ada sesuatu yang instan. Kita bisa saja mempercepat proses untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi, jika memang belum saatnya untuk ”matang”, hampir bisa dipastikan, apa yang didapat, tak memiliki fondasi yang kuat. Akibatnya, sukses yang diperoleh pun akan mudah tumbang, mudah goyah, dan mudah pula ditiup badai kehidupan.

Karena itu, sadari sepenuhnya, bahwa semua butuh diperjuangkan dengan proses yang tak bisa instan. Justru, dengan melewati berbagai halangan, tantangan, dan kesulitan, akan mendewasakan. Mari, jangan pernah menyerah saat proses hidup terasa menyulitkan. Sebab, di sanalah kita akan digembleng menjadi insan dengan ”akar” kuat yang saatnya matang kelak, akan jadi pribadi hebat penuh manfaat. Salam sukses, luar biasa!

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini