Bisnis Panti Jompo di RI Tarik Minat Jepang & Australia

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2015 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 16 320 1232931 bisnis-panti-jompo-di-ri-tarik-minat-jepang-australia-MJlO00UFRN.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah mengkaji ulang terhadap beberapa bisnis atau jenis usaha yang masuk dalam daftar negatif investasi (DNI). Salah satunya adalah senior living atau panti jompo.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyebutkan dua negara siap mengucurkan miliaran rupiah untuk mengembangkan bisnis panti jompo di Indonesia.

Jepang dan Australia adalah dua negara yang telah menyampaikan ketertarikannya. Jepang berniat investasi sebesar USD40 juta sedangkan Australia USD26 juta untuk mengembangkan bisnis panti jompo.

Senior living merupakan tempat perawatan untuk orang tua warga negara asing. Biasanya warga asing memanfaatkan senior living untuk menitipkan orang tuanya selama musim dingin di negaranya. Waktu penitipan biasanya hingga enam bulan. Hal ini masih bersinggungan dengan kebijakan visa yang hanya mengizinkan WNA singgah selama 3 bulan.

"Potensi besar karena Indonesia negara tropis beberapa negara di bidang ini di sana iklim dingin. Yang menyampaikan Australia dan Jepang," ujar Franky, Jumat (16/10/2015).

Selain bisnis tersebut, Franky juga mengatakan tengah mengkaji ulang investasi pemakaman. Frangky bilang, bisnis pemakaman mungkin baru satu atau dua yang muncul tapi banyak investor asing masuk tapi belum di atur.

"Tentu akan dibahas sektor pemakaman dimana sisi kewenangannya Kementerian Sosial (Kemensos)," imbuhnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini