nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Skema Upah Minimum, Bagaimana Nasib Emiten yang Rugi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2015 06:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 17 278 1233449 skema-upah-minimum-bagaimana-nasib-emiten-yang-rugi-NoFg3QFuBW.jpg Ilustrasi pasar saham. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Skema pengupahan sudah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga penetapan upah tahun depan dihitung berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) ditambah angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, menilai skema tersebut akan membebankan perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurutnya, dengan kondisi perlambatan ekonomi yang terjadi, banyak emiten yang tengah berusaha bertahan. Jika skema pengupahan diterapkan, kenaikan gaji buruh setiap tahunnya akan memberatkan kinerja emiten.

"Agak sulit bagi emiten lakukan itu, misal perusahaan tekstil, batu bara, mereka jualan saja susah, bagaimana cara mereka bisa ciptakan itu, kalau mereka saja lagi enggak survive," katanya kepada Okezone.

Dia menilai, paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah baik secara teori namun sulit diimplementasikan. Selain itu, pemerintah juga tidak menjelaskan bagaimana skema upah buruh di daerah-daerah yang inflasinya tinggi.

"Apa memang dalam kondisi seperti ini bisa dipaksakan? Perusahaan yang tidak menjalankan sanksinya apa? Saya kira itu cukup naif," imbuhnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini