nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos PLN Minta Pembayaran Revaluasi Aset Dikonversi ke PMN

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2015 12:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 10 23 19 1236842 bos-pln-minta-pembayaran-revaluasi-aset-dikonversi-ke-pmn-PgBp58KbrQ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT PLN (Persero) berminat melakukan revaluasi aset yang terdapat dalam Paket kebijakan jilid V. Namun, tampaknya ada beberapa rencana yang ingin dilakukan PT PLN terkait revaluasi aset.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, akan meminta pembayaran pajak revaluasi aset tersebut dikonversi dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) nantinya.

"Justru kami mau minta PMN-nya. Dikonversi ke PMN, kantong kiri kantong kanan aja kan," ucapnya seusai acara BUMN Hadir Untuk Negeri di KBN Cakung Cilincing Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (23/10/2015).

Sayangnya, Sofyan masih enggan merinci berapa besaran angka yang akan dibayarkan perseroan.

Sekadar informasi, pemerintah telah mengeluarkan Paket Kebijakan tahap V. Dalam paket deregulasi tersebut, salah satunya fasilitas berupa potongan Pajak Penghasilan (PPh) untuk perusahaan baik milik BUMN, swasta maupun individual yang mempunyai aktivitas pembukuan, untuk melakukan revaluasi aset.

Tarif yang diberikan pun berada di bawah tarif normal yang biasanya mencapai 10 persen.

- Pengajuan revaluasi aset sampai akhir tahun 2015, dikenakan tarif sebesar tiga persen.

- Pengajuan revaluasi aset dari awal Januari 2016 hingga 30 Juni 2016, dikenakan tarif sebesar empat persen.

- Pengajuan revaluasi aset dari awal Juli 2016 hingga 31 Desember 2016 (semester II-2016), dikenakan tarif sebesar 6 persen.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini