nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib PGN-Pertagas Ditentukan dalam Dua Bulan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2015 15:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 26 19 1238294 nasib-pgn-pertagas-ditentukan-dalam-dua-bulan-a5LwkiTQU0.jpg Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belum 'akurnya' PT PGN (Persero) Tbk (PGAS) dengan anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni Pertamina Gas (Pertagas) sudah disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, Jokowi menginginkan agar sinergi BUMN lebih ditingkatkan.

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, dalam dua bulan mendatang akan ada roadmap mengenai BUMN selama empat tahun ke depan. Roadmap ini termasuk masalah belum 'akurnya' PGN dengam Pertagas.

"Kita melihat apa yang sudah kita lakukan selama setahun. Dalam dua bulan mendatang akan ada lagi roadmap empat tahun mendatang," jawab Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Rini menambahkan, pembentukan roadmap BUMN ini tentu akan ada arahan dari Presiden Jokowi. Arahan Presiden Jokowi sudah sangat jelas mengenai BUMN, yakni menginginkan agar BUMN menjadi lincah, kuat dan besar. Jokowi pun menginginkan adanya pembentukan holding BUMN.

"Dengan arahan Presiden, kita finalkan roadmap," tukasnya.

Seperti yang diketahui, tidak semua sinergi BUMN berlangsung baik. Hal ini lah yang menyebabkan Menteri BUMN Rini Soermarno sedih. Rini mencatat, ada dua BUMN yang masih belum 'akur' dan perlu diperbaiki agar 'akur'

"PT PGN salah satu yang bikin sedih, karena sinergi PGN dengan Pertagas tidak lancar, terutama terkait pipa-pipa," tegas Rini.

Pertagas merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero). Pertagas dan PGN memang mempunyai lini bisnis yang sama, yakni menyalurkan gas, baik untuk industri maupun rumah tangga. Masalah kedua BUMN ini adalah mengenai rencana akuisisi maupun penggabungan PGN dan Pertagas, agar ada BUMN yang fokus mengurusi masalah gas.

Rini menambahkan, belum 'akur'nya PGN dengan Pertagas soal sinergi BUMN pun menjadi perhatian Presiden Jokowi. Untuk itu, masalah-masalah tersebut harus segera diselesaikan agar BUMN menjadi kuat dengan sinergi.

"PGN dan Pertagas ini belum berjalan lancar, mengenai pipa-pipa, kemarin Presiden singgung kita semua, masih kurang sinergi di perpipaan. Tolong ke depan lebih disinergikan," papar Rini

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini