nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos PLN: 20 Juta Masyarakat Mampu Nikmati Subsidi Listrik

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2015 18:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 26 19 1238435 bos-pln-20-juta-masyarakat-mampu-nikmati-subsidi-listrik-4622igwMPU.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)


JAKARTA - PT PLN (Persero) berkomitmen mencabut subsidi listrik yang tidak tepat sasaran pada 1 Januari 2016. Pasalnya, selama ini ada sekira 20 juta masyarakat yang menikmati subsidi listrik tersebut, padahal tidak termasuk kategori miskin.

Pencabutan subsidi ini agar penyaluran subsidi listrik tepat sasaran dan juga rencana pengurangan anggaran subsidi listrik dari Rp66 triliun di 2015 menjadi Rp38,39 triliun di 2016.

"Kaya dia, ini kan mampu 1.300 va, tapi pakai 450 va. Itu kan artinya mengambil subsidi. Ada lebih dari 20 juta masyarakat kita yang tidak taat azas, dia tidak miskin, tidak masuk dalam kategori rakyat miskin sesuai ketentuan pemerintah," tegas Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Menurut Sofyan, pelanggaran pemberian subsidi ini dikarenakan dalam prakteknya, masyarakat menggunakan dua meteran yang masing-masing 900 Va. Hal tersebut perbuatan yang curang.

"Tapi dia mengambil manfaat, dia pakai listrik yang 450 Va dan 900 Va, dia pasang dua biji meterannya, 900 Va dan 900 Va jadi 1.800 Va, ini yang tidak boleh," sebut Sofyan.

Dijelaskan Sofyan, pelanggan yang telah menikmati subsidi ini, memang harus pindah ke golongan pelanggan tidak mendapatkan subsidi. Pihaknya pun akan menyisir setiap rumah untuk melakukan sidak.

Sidak ini untuk mencocokkan data pelanggan rumah tangga daya 450 dan 900 Va dengan data rumah tangga miskin dan rentan miskin yang dimiliki Tim Nasional Percepatan dan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebagai dasar penerima subsidi listrik mulai 1 Januari 2016.

"Kalau ada yang komplain kita datangi rumahnya," tegas Sofyan.

Sofyan menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan penghematan dari pencabutan subsidi listrik ini. Diperkirakan, tahun depan, PLN akan irit sekira Rp60 triliun.

"Tahun ini kita sudah irit Rp30 triliun, tahun depan Rp30 triliun. Jadi dua tahun Rp60 triliun hematnya. Laba kita kena kurs, tahun depan tergantung kurs. Kalau operasional sudah laba," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini