nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Bos Chevron, Jokowi Bahas Proyek Energi

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2015 10:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 10 27 19 1238701 bertemu-bos-chevron-jokowi-bahas-proyek-energi-EAyNLNavH5.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima Executive Vice President Upstream Chevron James Johnson dan Vice Chairman General Electric John Rice.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, dalam pertemuan dengan Chevron tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan percepatan penerapan paket-paket kebijakan ekonomi, dimana 60 persen perizinan di bidang ESDM sudah dipangkas.

“Mereka mengapreasiasi itu,” kata Menteri ESDM dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2015).

Sementera itu, Presiden Jokowi sendiri mengapresiasi keberadaan Chevron yang sudah 90 tahun di Indonesia, terutama karena 97 persen dari 40 ribu karyawannya adalah putra putri Indonesia. Disamping juga komitmen Chevron untuk terus membangun kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Menteri ESDM mengatakan, ada beberapa proyek yang disiapkan, termasuk proyek besar Indonesia Deep Water Development (IDD), yang merupakan proyek terpenting yang dimiliki Indonesia.

“Namun karena harga minyak saat ini kurang baik, maka mereka akan melakukan penyesuaian penghitungan,” kata Menteri ESDM.

Menteri ESDM menambahkan, “Begitu mereka mengajukan revisi POD, pemerintah akan merespons. SKK Migas sudah punya mekanisme yang lebih cepat untu kmemberikan kepastian,”jelasnya.

GE dan Komitmen terhadap Listrik 35 Ribu MW Sementara itu, ada dua penekanan dalam pertemuan dengan GE yang sudah melakukan joint venture dengan PT PLN (Persero).

Pertama komitmen untuk terus menginvestasikan sumber dayanya di Indonesia, terutama untuk pembangunan listrik 35 ribu MW.

“Proyek konkrit yang paling cepat adalah membangun mobile generator,” kata Menteri ESDM.

Mobile generator yang merupakan pembangkit ukuran 25 MW dapat ditaruh di daerah remote dan bisa dipindahkan jika sudah terkoneksi dengan jaringan nasional.

“Sembilan bulan pasti terpasang 500 MW, karena mereka punya ready stock dan sudah disepakati dengan PLN untuk melakukan itu,” lanjut Menteri ESDM.

Disamping itu, GE juga mendukung teknologi kesehatan. Sebanyak 12 kecamatan sudah diperkenalkan alat USG, penghangat bayi, dan deteksi kehamilan. Ke semua alat tersebut bisa dioperasikan oleh bidan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini