nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amerika Lirik Investasi Listrik USD1 Miliar

ant, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2015 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 10 29 19 1240131 amerika-lirik-investasi-listrik-usd1-miliar-yWHbHP0S6j.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan perusahaan Amerika Serikat berminat menanamkan modal ke Indonesia di sektor kelistrikan sebesar USD1 miliar sebagai hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara Paman Sam.

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan investasi tersebut akan diberikan dalam jangka waktu lima tahun mendatang.

"Nilai investasi USD1 miliar tersebut akan ditempatkan tidak hanya di bidang pembangkit listrik, tetapi juga akan ditempatkan di sektor kesehatan dan sektor migas," kata Azhar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2015).

Dia menambahkan, investor tersebut merupakan salah satu pionir di AS dalam sektor pembangkitan tenaga listrik. Selain di sektor kelistrikan, Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan salah satu perusahaan AS yang bergerak di bidang farmasi.

Perusahaan tersebut menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun fasilitas riset dan pengembangan (research and development).

"Ini kami apresiasi positif dan telah diidentifikasi sebagai suatu minat yang harus dikawal oleh Marketing Officer Amerika Eropa serta Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) New York," katanya, Kamis (29/10/2015).

Franky menambahkan, fasilitas riset dan pengembangan dipastikan membutuhkan modal besar sehingga ada beberapa hal yang jadi perhatian dalam investasinya.

"Untuk industri farmasi memang disarankan untuk memiliki fasilitas riset dan pengembangan apabila ingin masuk ke pasar Indonesia," katanya.

Sebelumnya, BKPM juga mencatat minat investasi AS di sektor ekonomi kreatif senilai USD40 juta.

Presiden Jokowi sendiri, sebelum mempercepat kepulangannya ke Tanah Air, telah menyaksikan pengumuman dan penandatanganan kesepakatan-kesepakatan bisnis "Business to Business" antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia.

Kesepakatan bisnis yang diumumkan itu akan direalisasikan dalam jangka waktu satu hingga lima tahun sejak 2015 senilai USD2,4 miliar.

Proyek bisnis itu terdiri atas bidang usaha industri minuman ringan dan distribusinya, industri pakan ternak dan pemanis dari jagung, industri remanufaktur suku cadang alat berat, pembangkit listrik, industri percetakan uang logam dan pengaman uang kertas.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini