nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Listrik Dicabut, 5 Juta Pelanggan Berstatus Rentan Miskin

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 01 November 2015 18:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 01 19 1241769 subsidi-listrik-dicabut-5-juta-pelanggan-berstatus-rentan-miskin-oWaKTfDGLk.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Jika pemerintah berencana menerapkan skema migrasi listrik berdaya 450 VA dan 900 VA ke 1.300 VA maka dampaknya 3-5 juta dari pelanggan penerima subsidi listrik akan masuk kelompok rentan miskin.

Ekonom Universitas Indonesia Riyanto mengatakan, selain banyak kelompok rentan miskin dampak lainnya adalah inflasi. Pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan akan berubah di mana telah ditetapkan dalam asumsi 2016.

Dalam skema RAPBN 2016 subsidi listrik mendapat Rp38,88 triliun dimana Rp29,39 triliun disubsidikan untuk daya 450 VA dan 900 VA. Jadi jika ini dijalankan, tagihan listrik secara rata-rata kelompok rumah tangga meningkat 58 persen.

"Dampak langsungnya pasti inflasi meningkat 1,7 persen dari asumsi RAPBN 2016, 4,7 persen, maka inflasi 6 persen. PE asumsi 5,3 persen akan turun0,59 persen, kemudian angka kemiskinan naik 0,14 persen. Kalau pemerintah tidak serius tangani ini, semua itu akan terjadi," tuturnya dalam diskusi ‘Energi Kita’, di Gedung Dewan Pers Jakarta, Minggu (1/11/2015).

Selain itu, PLN juga akan menerima tunggakan yang cukup banyak, lantaran masyarakat tak mampu membayar listrik seperti biasanya.

"Ada 3-5 juta pelanggan jatuh ke kelompok rentan miskin. Itu akan membuat tunggakan PLN bertambah. Ini imbas dari migrasi yang dilakukan," tuturnya.

Lalu dampak lainnya, adalah terjadi kecemburuan sosial. Misalnya, A dengan tetangganya menggunakan tarif 900 VA lantaran A mampu tapi tak mau dimigrasi tarif dinormalkan. Sedangkan B yang masuk kelompok penerima subsidi tarifnya pun tidak naik.

"Nah ini akan timbul kecemburuan sosial. Perlu dipikirkan ini. Risiko PLN cukup besar untuk langkah ini," tuturnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini