nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Minta Subsidi Listrik Tak Dicabut

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 01 November 2015 19:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 01 19 1241787 dpr-minta-subsidi-listrik-tak-dicabut-VYKusylBdV.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memanggil pemerintah guna menjelaskan rencana pencabutan subsidi listrik pada 23 juta pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menerapkan skema migrasi listrik daya 450 VA dan 900 VA ke 1.300 VA pada 24,7 juta pelanggan penerima subsidi nantinya.

Anggota Komisi VII DPR, Ramson Siagian menegaskan pemerintah belum diperbolehkan melakukan pencabutan subsidi dan skema migrasi tanpa memberikan maksud dan tujuannya pada DPR. Pasalnya, alokasi anggaran subsidi untuk listrik masih diberikan dalam RAPBN 2016 senilai Rp38,88 triliun.

"Saya minta agar pemerintah dan PLN jangan langsung mencabut subsidi listrik yang. Kan masih diberikan subsidi tahun depan. Jadi kita minta penjelasnya kenapa diberikan subsidi malah nanti ada kenaikan tarif listrik"tutur Ramson dalam diskusi "Energi Kita" di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (1/11/2015).

Menindak rencana pemerintah, Komisi VII secepatnya akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Utama PLN, Dirjen Kelistrikan guna menjelaskan maksud rencana ini.

"Kami akan minta penjelasan Menteri ESDM, PLN, Dirjen Kelistrikan. Bagaimana rencana ini bisa terjadi. Padahal dalam rapat sebelumnya, hal ini belum dibicarakan. Karena itu kami akan panggil lagi secepatnya,"tuturnya.

Untuk diketahui, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) secara tegas menolak rencana pemerintah menghapus subsidi listrik bagi 23 juta pelanggan dari total 48 juta pelanggan PLN bersubsidi. Dimana pemerintah juga akan migrasikan listrik berdaya 450 VA dan 900 VA ke 1.300 guna memperoleh ketepatan pemberian subsidi.

YLKI menilai hal ini akan berdampak serius dimana beban masyarakat dalam membayar tagihan listrik akan bertambah 300 persen dari biasanya. Tak hanya itu, kelompok rentan miskin pun akan bertambah, lantaran ketidaksanggupan masyarakat mampu dalam pembayaran listrik PLN tanpa disubsidi.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini