nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLN Apresiasi Jokowi 'Jualan' Listrik ke AS

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 02 November 2015 17:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 11 02 19 1242313 pln-apresiasi-jokowi-jualan-listrik-ke-as-z6Ok3KAroP.jpg ilustrasi: (Foto: Setkab)


CIKANDE - Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Tengah PT PLN (Persero) Nasri Sebayang mengatakan, dirinya menyambut baik inisiatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'berjualan' investasi sektor ketenagalistrikan Indonesia kepada pihak-pihak di Amerika Serikat (AS) dalam lawatannya bertemu Presiden AS Barack Obama beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, langkah Jokowi tersebut sangat tepat. Pasalnya, dengan demikian para investor dari luar negeri, terutama AS nantinya akan masuk untuk menanamkan investasinya, terutama di sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Kata dia, hal ini penting lantaran jumlah investasi di sektor ketenagalistrikan tergolong tidak kecil, sehingga diperlukan peran dari investor luar negeri untuk membantu pembangunan investasi.

"Kita punya uang tapi enggak cukup membangun dalam lima tahun. APBN saja tiap tahun enggak sampai Rp150 triliun kan? Kita butuh Rp1.200 triliun, hanya untuk listrik. Maka tentunya harus mengundang partisipasi investor swasta dari luar negeri," katanya seusai groundbreaking di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, Senin (2/11/2015).

Selain itu, menurut Nasri, inisiasi yang dilakukan Jokowi juga akan mampu mempercepat pertumbuhan sektor ketenagalistrikan Indonesia yang masih tergolong minim. Adapun hal itu tercermin dari beberapa daerah yang masih belum terpasok dan teraliri listrik.

"Ya kerja sama itu bagus semua. Kan kita ingin cepat pertumbuhan listrik kita. Kita kerja sama itu untuk mengundang investor-investor luar negeri untuk dapat berinvestasi di Indonesia," jelas dia.

Jika nantinya para investor tersebut berminat dalam menanamkan investasinya, maka harus melalui proses peraturan yang ada di Indonesia.

"Pak Jokowi ke AS undang investor, mari bangun bersama, nah tentu melalui proses peraturan yang berlaku di Indonesia. Kalau begitu, kita-kita saja, enggak akan jadi-jadi," terang Nasri.

Kendati berat, namun Nasri pun mengaku optimistis, hasil lawatan sekaligus 'berjualan' Jokowi ke AS akan mampu menarik para investor masuk dan mendukung pembangunan sektor ketenagalistrikan yang ada di Indonesia.

"Ya harus yakin lah. Walaupun berat. Ini semuanya berat ini enggak gampang. Tapi kita musti optimis. Kalau sudah lembek ya enggak jadi-jadi," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini