nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Kode Token Listrik Berisi Voucher Belum Tentu Benar

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 03 November 2015 06:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 02 19 1242406 kode-kompensasi-listrik-prabayar-belum-ada-buktinya-hYYNQrLzBN.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean mengatakan, fenomena slip token listrik yang terdapat kode kompensasi penambahan Kwh listrik bagi masyarakat harus segera dikaji langsung oleh PT PLN (Persero).

"Memang informasi itu sudah beredar lumayan lama, namun kami sendiri belum menemukan buktinya secara nyata," kata Ferdinand kepada Okezone, Jakarta.

Ferdinand menyebutkan, jika dikaji secara teknologi kode kompensasi Kwh tambahan yang berada pada slip pembelian token listrik sangat mustahil terjadi. Sebab, jika memang terbukti terjadi maka, kode kompensasi tersebut menjadi kecerobohan bagi PLN sendiri.

"Ini merupakan bentuk keteledoran dan kecerobohan dari sistem yang dipergunakan oleh PLN. PLN harus segera menelitinya secara cepat dan memberikan penjelasan kepada publik. Karena jika publik semua pengguna kwh meter smart menggunakan cara yang kode ini, tentu PLN akan dirugikan sangat besar," tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Ferdinand, PLN juga harus mengecek kembali pemberikan Kwh meter yang memang bisa menerima kode kompensasi listrik usai melakukan slip pembelian token listrik.

"PLN juga harus mengecek kepada pabrikan kwh meter tersebut, dan jika memang itu kesalahan dari kwh meter maka PLN harus mengajukan keberatan dan tuntutan kepada produsen karena merugikan PLN," tukas dia.

Seperti diketahui, saat ini sedang heboh di dunia maya adanya kode pada slip pembayaran listrik token untuk mengisi ulang voucher listrik pra-bayar. Kode tersebut diyakini bermanfaat untuk menambah jumlah Kwh yang akan didapat konsumen.

Info tersebut juga menjelaskan, cara memasukkan kembali nomor token yang tertera seperti pada gambar di atas. Konsumen dipercaya akan mendapatkan tambahan Kwh sebagai kompensasi dari PLN akibat tidak tercapainya Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

(rzy)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini