nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak El Nino Terhadap Ekonomi Dunia

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 05 November 2015 06:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 11 04 213 1243619 dampak-el-nino-terhadap-ekonomi-dunia-F8OqYEmjOE.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA – Beberapa negara di belahan dunia kini tengah merasakan dampak el nino atau kekeringan yang ditandai dengan pemanasan perairan Pasifik. Lihat saja dampak el nino dengan terjadinya banjir dan cuaca hangat di Peru, kekeringan di Indonesia, Afrika, dan Australia, hujan deras di California selatan, dan musim dingin yang sejuk di Amerika Serikat (AS) timur laut.

Dilansir dari laman Business Insider, analis Macquarie yang dipimpin oleh Niraj Shah, percaya bahwa negara-negara tersebut tengah berupaya bekerja keras untuk keluar dari kondisi yang dibawa el nino ini yang memberikan dampak terhadap perekonomian global dalam beberapa bulan ke depan.

Sebagian negara seperti di ASEAN yang terkena dampak el nino berpikir, el nino adalah suatu berita buruk bagi perekonomiannya. Akan tetapi di sisi lain, dampak el nino justru memberikan dampak positif di negara-negara AS.

Berikut ini apa yang negara-negara tersebut pikirkan:

Perusahaan-perusahaan di Amerika Utara dan Australia atau Selandia Baru yang paling mungkin terkena dampak, diikuti oleh perusahaan-perusahaan di Asia. Terpenting, dampak pada perusahaan tidak akan sama dalam setiap wilayah tertentu. Di Australia atau Selandia Baru, sebesar 38 persen perusahaan yang tersorot kemungkinan akan berdampak negatif sedangkan 62 persen perusahaan lainnya diperkirakan akan berdampak positif. Di Amerika Utara, dampak positif-negatif sekira 45-55, sedangkan di Asia campuran adalah 70-30.

Anehnya, el nino menjadi kabar baik bagi perusahaan asuransi di Australia, meskipun hangat, cuaca kering akan meningkatkan risiko kebakaran hutan. Negara Australia merupakan tipe negara yang sangat sadar terhadap bencana untuk menutupi asuransi.

“Sehingga, dibandingkan dengan tahun normal, kemungkinan bahwa keparahan kerugian bagi perusahaan asuransi lebih rendah," menurut Macquarie.

Berbeda dengan Australia, kondisi di AS yang lebih basah akan menyebabkan hasil panen jagung yang lebih tinggi. Panen ini akan menurunkan harga pokok pertanian dan memukul perusahaan seperti Deere & Co, yang membuat peralatan pertanian. Sedangkan petani memangkas biaya untuk menutupi harga yang lebih rendah untuk tanaman panen mereka.

Macquarie mengatakan, perusahaan bisa sangat negatif dipengaruhi oleh pendapatan petani rendah (karena harga jagung lebih rendah) dan oleh karena itu menghabiskan banyak uang terhadap peralatan. Tahun ini, el nino kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam enam dekade.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini