nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nuklir Opsi Terakhir, Jika Proyek 35 ribu Mw Gagal

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 05 November 2015 13:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 05 19 1244169 nuklir-opsi-terakhir-jika-proyek-35-ribu-mw-gagal-51xoZoOPYi.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Untuk mendorong pemerataan penyaluran listrik, pemerintah mendorong proyek pembangunan pembangkit listrik baru sebesar 35 ribu mw dalam lima tahun. Namun, hingga saat ini banyak pihak yang meragukan realisasi dari target tersebut.

Menteri ESDM Sudirman Said menanggapi santai pandangan miring tersebut. Menurutnya proyek sebesar itu memang rentan dihadapkan banyak halangan.

"Proyek 35 ribu MW itu pengalaman pertama kita, pasti banyak hambatan. Tapi itu tidak perlu dihindari, harus tetap jalan," tuturnya di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Sudirman mengakui, tantangan terbesar dalam pembangunan pembangkit listrik baru yakin pembangunan transmisi listrik. Apa lagi bentuk geografis Indonesia merupakan negara kepulauan.

"Ini jadi tantangan besar. Mudah-mudahan petanya bisa terbangun dan bisa selesai," imbuhnya.

Sudirman juga mengungkapkan, pemerintah juga tengah melirik proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) guna mendorong proyek 35 ribu MW tersebut. Pasalnya PLTN saat ini tengah menjadi tren di negara-negara maju.

Tapi, tukasnya, meskipun pemerintah bersikap terbuka untuk proyek PLTN, hal tersebut masih bukan prioritas utama bagi pembangunan pembangkit listrik di Indonesia.

"Nuklir jadi perbincangan, ilmuwan bilang PLTN makin aman dan baik. Tapi sikap Indonesia untuk PLTN adalah suatu cadangan. Apabila sulit capai target (35 ribu MW) kita ke sana. Nuklir jadi pilihan terakhir," pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini