nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Utang Saudi Arabia Terpukul Anjloknya Harga Minyak

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 11 November 2015 05:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 10 213 1246897 utang-saudi-arabia-terpukul-anjloknya-harga-minyak-nnAL5ewMQ3.jpg Ilustrasi: Reuters

RIYADHArab Saudi diberitakan tengah menghadapi masalah utang. Pemicunya adalah harga minyak yang merosot.

Negeri Raja Minyak itu pun berencana menggunakan semua uang kreditur internasional untuk menutup kesenjangan keuangan yang terjadi di negaranya.

Menurut sebuah laporan di Financial Times seperti dilansir dari laman Business Insider, Rabu (11/11/2015), laporan tersebut mengungkapkan utang Arab Saudi bisa meroket sebanyak 50 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 2020, dari 6,7 persen tahun ini.

Akan tetapi, hal ini dinilai bukan waktu yang tepat. Pasalnya, peringkat kredit Arab Saudi dipangkas menjadi "A+/A-1" dari "AA-/A-1+" oleh perusahaan peringkat kredit Standard and Poor pada awal bulan ini.

Dalam rilisnya, S&P mengatakan, dengan dipangkasnya peringkat kredit dapat diibaratkan sebagai "ayunan negatif" dalam keseimbangan fiskal. Arab Saudi pun diminta menurunkan peringkatnya.

Selama 10 tahun yang berakhir pada 2013, S&P mencatat bahwa surplus anggaran Arab Saudi atau uang yang tersedia setelah dikurangi semua beban pemerintah, rata-rata sekitar 13 persen dari PDB. Situasi ini, telah berubah dengan cepat karena harga minyak telah jatuh. Pada 2015, Arab Saudi diperkirakan akan mengalami defisit anggaran sebesar 16 persen dari PDB.

Negara Arab Saudi telah terpukul akibat rendahnya harga minyak. Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan salah satu negara anggota kunci penghasil minyak kartel terbesar di dunia. Arab Saudi memutuskan untuk memotong target produksi tahun lalu, membiarkan harga minyak jatuh dari sekitar USD100 per barel sampai kurang dari USD50 per barel.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini