nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Resmikan Tiga Kapal Tol Laut

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 10 November 2015 10:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 10 320 1246599 jokowi-resmikan-tiga-kapal-tol-laut-7wSO2KxVnf.jpg Peresmian Tiga Kapal untuk Tol Laut. (Foto: Okezone)

BANGKALAN – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tiga kapal di PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia, Desa Ujung Piring, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, hari ini. Tiga kapal ini, akan digunakan untuk beroperasi di tol laut.

Ketiga kapal tersebut masing-masing KM Camara Nusantara 1, KM Sabuk Nusantara 55 dan KM Sabuk Nusantara 56. Khusus KM Camara Nusantara 1 merupakan kapal pengangkut hewan ternak. Sedangkan untuk dua kapal lainnya merupakan perintis.

Penempatan pengoperasian untuk kapal ternak akan ditempatkan di Pelabuhan Tenau, Kupang sebagai pelabuhan pangkal dengan kode trayek RT-1. Kemudian akan melayari Kupang–Bima–Tanjung Perak–Tanjung Emas–Cirebon–Tanjung Emas–Tanjung Perak–Bima–Kupang.

Sementara kapal perintis KM Sabuk Nusantara 55 ditempatkan di pelabuhan Kota Baru, Kalimantan Selatan sebagai pelabuhan pangkal dengan kode trayek R–12 untuk melayari Kota baru–Batulicin–Marabatuan–Maradapan–Matasiri–Maradapan–Marabatuan–Batulicin–Kota Baru–Majene–Kota baru.

Lalu untuk KM Sabuk Nusantara 56 ditempatkan di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya sebagai Pelabuhan Pangkal dengan kode trayek R–16 untuk melayari Surabaya–Masalembo–Keramaian–Masalembo–Kalianget–Sapudi–Kangean–Pagerungan Besar–Sapeken–Tanjung Wangi–Sapeken–Pagerungan Besar–Kangean–Sapudi–Kalianget Masalembo–Keramaian – Masalembo–Surabaya.

Pelaksanaan pembangunan dua unit kapal perintis tipe 750 DWT dan 1 unit kapal khusus pengangkut ternak adalah UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran. Serta Peraturan pemerintah nomor 20 Tahun 2010 tentang angkutan di perairan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 93 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan dan pengusahaan angkutan laut. Adapun tujuan pembangunan kapal perintis sendiri untuk melayani dan membuka jalur pelayaran di daerah yang belum berkembang, wilayah terpencil, terisolir dan perbatasan.

Lalu untuk mempersatukan NKRI, mendukung pengembangan ekonomi daerah. Dan sebagai feeder dari tol laut nasional dan kapal-kapal Pelni. Sedangkan tujuan pembangunan kapal ternak untuk mendukung distribusi daging sapi atau kerbau nasional dalam usaha mencapai swasembada daging. Serta mengimplementasikan prinsip animal walvare (kesejahteraan hewan).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini