nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenaikan Wall Street Tertahan Sahan Apple

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Rabu 11 November 2015 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 11 11 213 1247229 kenaikan-wall-street-tertahan-sahan-apple-EaCVFbz1fl.jpg Ilustrasi: Reuters

NEW YORK - Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir menguat tipis setelah sebelumnya bergerak volatile. Pergerakan saham tertahan pelemahan saham Apple yang turun karena investor cemas akan kenaikan suku bunga bulan depan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/11/2015), saham Apple (AAPLO) turun 3,23 persen menjadi USD116,67 setelah Credit Suisse mengatakan Apple telah memotong pesanan komponen sebanyak 10 persen, mengindikasikan melemahnya permintaan untuk iPhone baru.

Saham itu memberikan hambatan terbesar pada tiga indeks utama. The S&P 500 juga bergerak mixed antara kerugian dan keuntungan marginal di perdagangan sore setelah jatuh di empat sesi sebelumnya.

"Kami akan melihat potensi kenaikan suku bunga pada bulan Desember dan Oktober adalah bulan yang kuat, sehingga mungkin akan tetap tutup pada terbalik," kata manajer portofolio Swarthmore Group Kurt Brunner.

Laporan itu menambahkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global, terutama di China, pasar utama bagi banyak perusahaan-perusahaan AS termasuk Apple.

Perusahaan juga akan terpukul dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi jika Federal Reserve AS menaikkan suku bunga bulan depan, seperti yang banyak sudah memperkirakan.

Indeks Dow Jones industrial average .DJI turun 0.04 percent at 17.724,17 points and the S&P 500 .SPX bergerak datar di level 2.078,48. Sementara Nasdaq Composite anjlok 0,44 persen ke level 5.073,10.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini