nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Pasti Mampu Olah Tambang Freeport

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Jum'at 20 November 2015 11:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 20 320 1252732 indonesia-pasti-mampu-olah-tambang-freeport-Sbq7dcMQKQ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA – Melalui Pemerintah Indonesia ataupun putra-putri bangsa, tambang tembaga dan emas diyakini mampu beroperasi di Bumi Cenderawasih yang saat ini dikelola PT Freeport Indonesia.

Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menjelaskan, Indonesia diyakini mampu menjalankan operasional tambang tembaga dan emas karena sebenarnya mampu membeli teknologi layaknya yang dimiliki PT Freeport Indonesia.

Pasalnya, menurut dia, PT Freeport Indonesia bukanlah pihak atau suatu perusahaan yang memproduksi alat canggih yang digunakan untuk menambang tembaga dan emas. Akan tetapi, mereka juga membeli teknologinya dari perusahaan atau pihak lain.

"Bukan soal menciptakan teknologi, tapi kita bisa beli teknologi dari banyak sumber asal kita banyak diplomasi baik dengan negara produsen (teknologi) itu," ucapnya kepada Okezone, di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Marwan melanjutkan, dari segi sumber daya manusia (SDM), Indonesia mempunyai banyak SDM yang berkompeten di dalam bidang pertambangan dan sudah bekerja sangat lama di PT Freeport Indonesia. Adapun alasannya, lantaran selama ini diketahui PT Freeport Indonesia memperkerjakan putra-putri bangsa. Sehingga, tidak akan ada alasan penghambat bila Indonesia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia, kemudian mengelolanya.

"Kalau manajemen direksinya kita butuhkan dan kalau belum punya ahli yang dibutuhkan, maka kita bisa bayar orang asing jadi direktur, bila seandainya dikelola Indonesia. Apa pun itu mestinya tidak hambatan kalau ingin Indonesia yang mengelola," terangnya.

Selain itu, lebih jauh dia memaparkan, hal yang menjadi satu-satunya masalah saat ini adalah Pemerintah Indonesia terkendala dana. Sebab dalam melakukan tambang bawah tanah (underground mining), Pemerintah Indonesia nantinya membutuhkan dana hingga puluhan miliaran dolar.

Dia meminta pemerintah belajar dari PT Freeport Indonesia dalam mengelola pertambangan dan mampu meyakinkan perbankan. Adapun gunanya untuk mendapatkan pinjaman dana demi keberlangsungan operasional pertambangan yang berlokasi di Timika tersebut.

"Masalah dana. Pemerintah bisa pinjam asal kita bisa yakinkan bahwa cadangan emas kita memang tinggi. Lihat saja Freeport yang bisa yakinkan lembaga/keuangan atau perbankan. Mereka yakinkan bahwa nilai cadangan sekian puluhan atau ratusan miliar dolar. Kalau ada apa-apa dengan uang yang dipinjam, aset bernilai jadi jaminannya," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini