nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Renovasi Rumah, Lirik Cara Tukang Borongan Bekerja

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Sabtu 21 November 2015 05:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 11 20 470 1252997 ingin-renovasi-rumah-lirik-cara-tukang-borongan-bekerja-ifYlJ8nlF0.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA – Banyak saat ini masyarakat ingin merenovasi rumahnya, apalagi sudah mulai bosan dengan penampilannya. Hal tersebut diperlukan jasa tenaga kerja, baik yang harian maupun borongan.

Namun, jasa tukang borongan sangatlah dibutuhkan bila melakukan renovasi yang cukup besar. Apalagi hingga berbulan-bulan.

Arsitek Rita Laksmitasari menjelaskan, jasa tukang borongan dibagi dalam dua pola, yaitu penghuni bisa menggunakan jasa dengan borongan keseluruhan untuk tukang melakukan pembelian dari segi bahan-bahan (material) atau hanya borongan tenaga untuk pengerjaan saja.

Dia menerangkan, borongan keseluruhan adalah dalam urusan pembelian bahan-bahan (material) bangunan, tenaga kerja dan proses pengerjaannya diserahkan semua kepada pemborong. Sedangkan bila penghuni hanya ingin menggunakan jasa tenaga, maka untuk urusan bahan-bahan bangunan akan dipegang dikontrol oleh penghuni, lantas proses pengerjaan diserahkan kepada pemborong.

Dia melanjutkan, keuntungan (plus) menggunakan jasa tukang bangunan borongan keseluruhan, selain tentu akan lebih cepat pengerjaannya, penghuni pun tidak perlu merasa direpotkan untuk mengurusi proyek pembangunan rumah karena semuanya sudah diserahkan kepada pemborong.

"Produksi tiga bulan renovasi tapi ternyata bisa lebih cepat dua bulan karena dia mau ambil keuntungan dari pekerjaan. Kalau cepat selesai, laba yang diambil dikontraktor lebih banyak," ujarnya saat kepada Okezone di Jakarta.

Selanjutnya bagaimana kerugiannya?

Adapun kerugian (minus) menggunakan jasa tukang bangunan borongan, ucap dia, jika jasa tukang borongan yang digunakan kurang profesional, maka bahan-bahan (material) yang dibeli tukang borongan, akan kurang memenuhi standar kualitas. Akan tetapi, tuturnya, hal ini bisa diakali dengan cara penghuni harus melakukan suatu perjanjian dengan tukang borongan agar material yang nantinya dibelikan harus sesuai dengan spesifikasi yang penghuni inginkan.

Selain itu, kerugian lainnya adalah hasil pekerjaan biasanya kurang rapi lantaran mereka ingin buru-buru menyelesaikan proyeknya. Pasalnya, agar mereka bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari proyek yang dikerjakan.

"Pengerjaannya jadi tidak rapi, cepat-cepat, material yang diberikan tidak sesuai dengan spesifikasi kita. Bahaya. Jadi, jangan enggak mau sama material, kita bisa pakai pengawasan. Boleh borongan, tukang sediakan material, tapi perjanjian material merek yang diinginkan penghuni. Komitmen antara owner dengan tukang," ucapnya.

Saat pengerjaan berjalan, penghuni bisa melakukan pengawasan. Sama halnya dengan pengawasan dalam menggunakan jasa tukang harian, maka penghuni yang mempunyai waktu luang, bisa terjun langsung ke lapangan dalam rangka mengawasi pengerjaan. Akan tetapi, bila penghuni tidak mempunyai waktu luang, maka bisa menyewa seorang pengawas (supervisor) untuk melakukan pengawasan di lapangan.

Kata dia, pengawasan sangat penting, mengingat rumah akan menjadi suatu kebutuhan yang bersifat jangka panjang untuk ditempati.

"Kalau sibuk, owner letakkan Supervisor (pengawas). Digaji sama owner-nya buat ngawasin. Bener enggak kerjaannya. Jangan sampai metode dipakai salah terjadi kerusakan setelahnya. Misalnya, ketika dipakai, pipa bocor. Jadi, fungsi pengawasan," sambungnya.

Selain itu, dia mengemukakan, bila menggunakan jasa tukang borongan, biasanya menerapkan prinsip pembayaran dengan jangka waktu.

"Borongan biasanya per termin, kalau enggak takutnya tidak sesuai dengan progres pekerjaannya. Saling menjaga sebenarnya," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini