nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi RI Kini seperti Zaman VOC Belanda

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2015 12:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 12 17 213 1269461 ekonomi-ri-kini-seperti-zaman-voc-belanda-56RgNdyYTT.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai tidak jauh berbeda jika dibandingkan pada zaman Vereenigde Oost-indische Compagnie (VOC) Belanda. Pada kala itu, Indonesia bergantung pada sektor primer, seperti pertanian rakyat, perkebunan, pertambangan dan perikanan untuk penerimaan negara dari sisi ekspor. Kini, Indonesia pun masih mengandalkan sektor tersebut untuk menunjang ekspor.

Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Anwar Nasution saat acara Outlook BUMN 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

"‎Ekonomi kita enggak beda dengan jaman VOC. Tergantung pada perkebunan, perikanan rakyat. Kalau cuma menghasilkan sawit, tapi bikin CPO diolah di sana enggak bisa kaya," tegasnya.

Anwar yang pernah menjabat mantan deputi gubernur Bank Indonesia (BI) menambahkan, dengan kondisi ekonomi Indonesia tidak jauh beda dengan zaman VOC, membuat perekonomian Indonesia sangat mudah terkena gejolak pada perekonomian global.

Gejolak eksternal tersebut sangat mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia karena porsi pendapatan nasional baik dari penerimaan ekspor maupun penerimaan negara lainnya masih bergantung pada komoditas ekspor tersebut.

Lanjut Anwar menjelaskan, ekonomi Indonesia saat ini tengah menghadapi tiga gejolak perekonomian global. Pertama, penurunan jumlah permintaan dan tingkat harga komoditi primer sejak 2010, baik hasil perkebunan maupun pertambangan.

"Ini merupakan akibat dari kemerosotan ekonomi China dan India yang merupakan pangsa pasar utama ekspor bahan mentah kita," sambungnya.

Gejolak kedua adalah ketidakpastian berakhirnya kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Jepang.

"Selain itu, adanya bencana alam el nino yang menyebabkan kebakaran hutan di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya bahan makanan banyak yang impor karena gagal panen," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini