Menteri Sofyan: Mi Instan Beri Pengaruh Buruk

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 28 Desember 2015 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 28 320 1275857 menteri-sofyan-mi-instan-beri-pengaruh-buruk-4v1YZvhtAI.jpg Menteri PPN Sofyan Djalil (Foto : Okezone)

JAKARTA - Anak-anak Indonesia memiliki permasalah khusus terhadap tumbuh kembang dan keadaan fisik. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil, dari 30 persen total anak Indonesia, sebagian besar memiliki penyakit kristin atau yang biasa disebut cebol.

"Ada 30 persen anak Indonesia, kebanyakan cebol. Tapi kalau anak-anak Indonesia yang cebol ini bukan karena kekurangan nutrisi. Tapi, saya pikir ini karena mi instan," ujar Sofyan pada sela-sela penandatangan kesepatakan Country Programme Action Plan dengan UNICEF di Gedung Bappenas, Jakarta, (28/12/2015).

Menurut Sofyan, kebiasaan masyarakat mengonsumsi mi instan sejak dini telah berdampak buruk pada tumbuh kembang anak sejak dini. Sebab, mi instan ini sering kali dijadikan sebagai bahan makanan pokok pengganti lauk dan dikonsumsi bersamaan dengan nasi.

"Kenapa? Karena mi instan di jadikan lauk, dimakan dengan nasi. Sehingga sayur tidak ada lagi. Orang-orang tidak konsumsi sayur lagi," ujarnya.

Sofyan menegaskan, anak Indonesia perlu mendapatkan nutrisi yang cukup untuk dapat menjamin masa depan bangsa Indonesia. Untuk itu, para orang tua diimbau untuk tidak memberikan nutrisi dan gizi yang tidak seimbang pada anak-anak agar dapat tumbuh kembang secara optimal.

"Anak ini masa depan Indonesia. Untuk itu, perlu nutrisi yang cukup demi generasi kita ini," tukasnya.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini