Menteri Sofyan Pertanyakan Pendapatan Tinggi, Anak Pendek Bertambah

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 28 Desember 2015 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 28 320 1275893 menteri-sofyan-pertanyakan-pendapatan-tinggi-anak-pendek-bertambah-cUNNCqbJFg.jpg Menteri PPN Sofyan Djalil (Foto : Okezone)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil mengungkapkan keheranannya terkait semakin banyaknya anak Indonesia yang tak tumbuh sempurna. Padahal, rata-rata peningkatan per kapita masyarakat Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

"Saya justru heran. Pendapatan per kapita bertambah kok anak yang kretin (cebol) juga bertambah," ujar Sofyan dalam acara penandatanganan kerjasama dengan UNICEF di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Menurut Sofyan hal ini sangat berbeda dengan yang terjadi pada saat dia masih kanak-kanak. Pasalnya, pada saat itu anak Indonesia yang menderita kretin tidak sebanyak saat ini.

"Dulu tahun 1950-an saya kira tidak sebanyak ini. Padahal per kapitanya rendah. Jadi ini bukan karena kekurangan nutrisi. Ada penyebab lainnya," jelasnya.

Sofyan menjelaskan bahwa semakin bertambahnya jumlah anak Indonesia yang menderita kretin salah satunya disebabkan karena semakin banyaknya anak Indonesia yang mengonsumsi mi instan. Padahal, hal ini justru tidak baik bagi tumbuh kembang anak dan dapat berdampak pada terhambatnya pertumbuhan anak sejak usia dini.

"Saya kira ini karena konsumsi mi instan. Kenapa? Karena mi instan dijadikan lauk, dimakan dengan nasi. Sehingga sayur tidak ada lagi. Orang-orang tidak konsumsi sayur lagi," ujarnya.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini