Hilton Berencana Spin-Off Aset REIT

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2015 17:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 12 30 470 1277620 hilton-berencana-spin-off-aset-reit-HEWCD0lNDC.jpg Ilustrasi: Shutterstock

NEW YORK - Hilton Worldwide Holdings, salah satu perusahaan perhotelan terbesar di dunia, berencana untuk memisahkan aset real estatnya ke dalam bentuk entitas yang diperdagangkan atau Real Estate Investment Trust (REIT)

Sebelumnya, pada 16 Desember 2015, beragam laporan menunjukkan bahwa Hilton bermaksud untuk melakukan spin-off aset properti hotelnya menjadi REIT. Perusahaan telah menerapkan persetujuan regulator untuk transaksi spin-off yang bebas pajak tersebut.

Melihat rencana tersebut, pasar langsung bereaksi positif terhadap rencana pemisahan. Harga saham Hilton melonjak 5,2 persen sebelum ditutup pada level USD22,45 per saham pada 16 Desember 2015.

Dilansir dari Forbes, Rabu (30/12/2015), pasca spin-off, Hilton akan terus menjalankan segmen manajemen dan waralabanya yang terdiri dari 4.333 hotel dengan 677.960 kamar dan bisnis penyewaan hotel paruh waktu (timeshare), yang terdiri dari 45 properti yang terdiri dari 7.152 unit.

Di bawah bisnis penyewaan hotel paruh waktu (timeshare), perusahaan akan terus memasarkan dan menjual interval timeshare, menjalankan resor timeshare dan klub keanggotaan timeshare dan memberikan pembiayaan konsumen.

Di sisi lain, REIT yang baru terbentuk diharapkan memiliki atau menyewa sebanyak 147 dari merek properti /hotel Hilton di seluruh dunia, yang meliputi Hilton Chicago, Hilton San Francisco Union Square dan Hilton Waikiki Beach Resort.

Manajemen pertama kali mengisyaratkan pemisahan Hilton ketika mengumumkan pendapatan perusahaan kuartal IV-2014. Setelah itu, laba yang diraih perusahaan selama kuartal II-2015 dan kuartal III-2015, Presiden sekaligus CEO Hilton, Christopher Nassetta, menyatakan perusahaan membuat kemajuan dalam mengeksplorasi kemungkinan pilihan strategis untuk aset real estat. Adapun hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Dengan demikian, manajemen berharap untuk memberikan pembaruan lebih lanjut tentang rencana spin-off selama pengumuman laba perusahaan kuartal IV-2015.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini