nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tambah 5 Kapal, ASDP Ferry Anggarkan Rp560 Miliar

Hendra Kusuma, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2016 08:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 01 07 320 1282555 tambah-5-kapal-asdp-ferry-anggarkan-rp560-miliar-orukiaVmKl.jpg

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis dapat mencatat kinerja bisnis lebih cemerlang di 2016. Tahun ini perseroan membidik target pendapatan sebesar Rp2,6 triliun dengan target laba bersih sekitar Rp250 miliar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro mengatakan, target tahun ini memang tidak terlalu tinggi dibandingkan target 2015, yakni pendapatan sebesar Rp2,4 triliun dengan laba bersih Rp190 miliar.

"Kita tahu perlambatan ekonomi global turut berdampak pada performasi bisnis di Tanah Air, termasuk industri feri. Namun, di tengah persaingan yang ketat, dan juga regulasi yang cukup mengikat, kami terus berupaya untuk bertahan," kata Danang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/1/2016).

Tahun ini, perseroan tengah menggenjot percepatan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan kinerja pendapatan, pelayanan serta keselamatan. Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp560 miliar untuk pengadaan kapal sebanyak 5 unit berukuran 2000 Gross Tonnage (GT) yang akan ditempatkan di sejumlah lintasan eksisting.

Pada 2015, perseroan tidak mengalokasikan anggaran untuk pembelian kapal, hanya memaksimalkan unit kapal yang ada. "Total kebutuhan investasi untuk 2016 sekitar Rp2,3 triliun, termasuk pembelian kapal, pembangunan dermaga, dan ongkos operasional lainnya," kata dia.

Danang meyakini, penambahan kapal pada tahun ini dapat mendongkrak kinerja penerimaan perusahaan. Saat ini, ada 180 lintasan pelayaran penyeberangan yang dilayani ASDP, dengan total panjang mencapai 24.600 kilometer, dari Sabang hingga Merauke yang menghubungkan seluruh pulau di Indonesia.

Menurut Danang, layanan feri komersial saat ini menghadapi tantangan yang besar. Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri No. 80 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan, menyebabkan persaingan industri feri semakin ketat karena semua calon investor mendapat kebebasan menjadi operator kapal feri.

Di sisi lain, tarif angkutan penyeberangan ditentukan pula oleh pemerintah. Selama 2015, kecenderungan ongkos feri diturunkan karena mengikuti harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang trennya terus mengalami penurunan. Bahkan, belum lama ini, Pemerintah kembali menurunkan tarif BBM jenis solar dan premium.

"Kalau harga BBM terus diturunkan, tarif angkutan otomatis akan menyesuaikan (turun). Persoalannya, kapal feri yang beroperasi di setiap lintasan makin banyak, sehingga kapasitas yang tersedia juga besar. Sebaliknya, demand (penumpang) relatif turun yang berdampak pada penurunan load factor kapal," katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini