nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Pejagan-Pemalang Seksi 1-2 Selesai Maret

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2016 14:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 01 07 320 1282873 tol-pejagan-pemalang-seksi-1-2-selesai-maret-VBRg0z5YfH.jpg Ilustrasi : Reuters

BREBES - Kemacetan jalan di ruas pantai utara (pantura) sebentar lagi bakal berkurang seiring selesainya pembangunan ruas tol Pejagan-Pemalang seksi I dan II pada Maret nanti.

Penyelesaian jalur bebas hambatan yang sempat dibuka saat mudik Lebaran 2015 tersebut lebih cepat dari target yang ditetapkan yakni awal Agustus mendatang. Direktur Utama PT Pejagan-Pemalang Toll Road Herdiwiakto menjelaskan, pengerjaan proyek Pejagan-Pemalang ruas Pejagan hingga Brebes Timur sepanjang 24 kilometer (km) hingga memasuki awal Januari ini sudah mencapai 75 persen.

“Pengerjaan badan jalan sudah selesai 100 persen. Saat ini sedang proses pemadatan dan pengerasan (rigid). Pengerjaannya sudah mencapai 12 kilometer dari total 20 kilometer,” katanya saat mengikuti teleconference dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) kemarin.

Telekonferensi ini digelar dalam rangka penandatanganan kontrak serentak proyek pembangunan infrastruktur Kementerian PU-Pera tahun anggaran 2016. Menurut Herdiwiakto, sisa pekerjaan pengerasan ditargetkan selesai Maret mendatang. “Setelah selesai, kita akan adakan uji kelayakan pada April. Kemudian, kita siap beroperasi di bulan Mei sekaligus melayani arus mudik Lebaran pada tahun ini,” paparnya.

Adapun pengerjaan ruas jalan seksi III dan IV dari Brebes Timur hingga Kabupaten Pemalang menunggu proses pembebasan lahan yang saat ini tengah berjalan. “Secara keseluruhan pengerjaan tol ditargetkan selesai pada 2018,” ujar Herdiwiakto. Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono dalam paparannya di hadapan Presiden Jokowi mengatakan proyek jalan tol Pejagan-Pemalang merupakan salah satu proyek infrastruktur prioritas pada tahun ini.

Proyek infrastruktur prioritas lainnya antara lain pembangunan delapan waduk baru yang berada di Sukoharjo, Lampung, Ciawi, Cipanas, Garut, Sulawesi Utara, serta Sulawesi Tenggara; pembangunan tol trans Kalimantan serta trans Papua; serta penataan kawasan permukiman nelayan di Bengkulu, Kota Tegal serta Pontianak.

“Proyek jalan tol Pejagan- Pemalang yang sudah berjalan ditargetkan bisa digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” ujar Basuki. Saat disinggung terkait masih adanya satu orang pemilik lahan yang belum mau melepaskan lahannya, Herdiwiakto seusai telekonferensi mengatakan proses musyawarah antara tim pembebasan lahan dan pemilik lahan akan kembali digelar untuk menyelesaikannya. Dalam musyawarah itu akan dilakukan pengukuran dan penaksiran ulang harga tanah (reappraisal).

Jika dalam musyawarah tersebut kembali tidak mencapai titik temu, penyelesaiannya akan diserahkan ke pengadilan (konsinyasi). “Besok (hari ini) rencananya ada reappraisal lagi. Kita harapkan pertengahan Februari sudah selesai untuk pembebasan lahan,” ujarnya. Untuk diketahui, lahan yang belum dibebaskan tersebut berada di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Di lahan seluas 766 meter persegi itu saat ini masih berdiri sebuah bangunan rumah. Pemilik lahan Darsiti, 55, mengaku belum mengetahui adanya rencana reappraisal . Dia bersikukuh mematok harga Rp1,5 miliar agar dua bidang tanahnya bisa dibebaskan karena luasnya mencapai 766 meter persegi.

Padahal tim pembebasan lahan mematok harga Rp190.000 per meter persegi atau total Rp595 juta untuk keseluruhan luas tanah. “Kalau mau dikonsinyasi, ya pokoknya saya minta diselesaikan dulu. Kalau konsinyasi, dari dulu bilang seperti begitu, mau dikonsinyasi. Saya tidak takut. Saya ini mau jual-beli.

Saya punya tanah tidak akan dijual, tapi berhubung mau dipake untuk tol, ya silakan, monggo asal dihargai layak,” katanya. Presiden Jokowi berharap paket proyek infrastruktur yang dikerjakan Kementerian PU-Pera digarap oleh kontraktor lokal. “Kalau terpaksa nasional maka subnya itu harus lokal.

Kenapa begitu, karena saya ingin peredaran uang itu makin banyak di daerah. Jangan sampai hanya mampir, terus ketarik lagi ke Jakarta,” katanya di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta kemarin. Tak hanya itu, mantan Wali Kota Solo ini juga menginginkan agar proyek yang dikerjakan ini dapat membuka lapangan kerja sebesar-besarnya. Namun, tetap tanpa melupakan untuk menggunakan teknologi.

“Kita ingin buka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Angka sebesar Rp104 triliun di infrastruktur PU akan membuka lapangan kerja besar sekali, saya titip usahakan proyek ini banyak menyerap tenaga kerja. Tanpa melupakan bahwa harus menggunakan teknologi,” tandasnya.(rai)

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini