Davos Jadi Kesempatan China Perbaiki Citra 'Produk KW'

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2016 05:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 25 320 1296768 davos-jadi-kesempatan-china-perbaiki-citra-produk-kw-TvX5AqjgCG.jpg World Economic Forum. (Foto: Reuters)

DAVOS – Produk buatan China selalu identik dengan harga murah dan kualitas yang kurang terjamin. Perspektif ini masih melekat di sebagian besar masyarakat sehingga memperburuk Citra industri manufaktur China.

Menyadari hal ini, China saat ini tengah berupaya untuk memperbaiki citra negatif yang melekat pada industri manufaktur. Salah satu inovasi yang saat ini gencar dilakukan oleh China adalah dengan menyasar pasar teknologi seperti smarthpone.

Sektor ini diharapkan mampu mengubah citra negatif pada industri China, yang selama ini hanya dikenal sebagai negara pengekspor mainan plastik dan jaket olahraga palsu.

"Dunia membutuhkan jenis-jenis produk yang terjangkau dan murah. Kami berhasil menaklukkan pasar dan mengumpulkan modal. Namun sekarang kita harus berinovasi," ujar Profesor Universitas Peking, Justin Lin, dalam World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss, seperti dilansir dari CNNMoney.

Menurut Lin, China telah mencontoh beberapa negara lain seperti Jepang dalam meningkatkan kualitas dan reputasi produk yang dihasilkan. "Jepang di tahun 1950-an juga memiliki kesan produsen berkualitas buruk," jelas Lin.

Salah satu upaya yang saat ini tengah dikembangkan China untuk meningkatkan reputasi produk adalah dengan berinvestasi di berbagai universitas. Melalui universitas, pemerintah China berupaya untuk mendorong bakat terpendam generasi muda agar dapat mengisi berbagai posisi pada setiap perusahaan manufaktur. Investasi ini diharapkan dapat menuai kesuksesan pada industri manufaktur seperti keberhasilan yang telah berhasil dicapai oleh WeChat.

"Jika Anda melihat WeChat (aplikasi jaringan sosial terpopuler di China), saya pikir Facebook akan berupaya untuk mengejar ketinggalan," ujar dosen di Stanford University, Amy Wilkinson.

Sebagai informasi, pengusaha manufaktur China telah lama mengkhawatirkan persoalan barang palsu yang selalu melekat pada industri manufaktur di China. Bahkan, walaupun pemerintah China berhasil mengatasi hal ini, para ahli memperkirakan reputasi negatif yang telah melekat lama terhadap industri manufaktur di China akan tetap bertahan di tengah-tengah masyarakat internasional.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini