nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konstruksi Atap Bangunan di Padang Tak Sesuai Standar

ant, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2016 16:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 01 26 470 1297514 konstruksi-atap-bangunan-di-padang-tak-sesuai-standar-sSsIojVBPh.jpg Foto: Antara

PADANG - Standar konstruksi atap bangunan di Padang Sumatera Barat membuat seng yang menjadi penutup pada setiap rumah mudah terbang saat terkena angin kencang. Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Konstruksi dan Struktur Bangunan dari Universitas Andalas (Unand) Febrin Anas Ismail.

"Banyaknya rumah di Padang yang atap sengnya terbang saat dihempas angin kencang, lebih karena sudah tidak sesuainya konstruksi bagian atas bangunan dengan standarnya," katanya di Padang, Selasa (26/1/2016).

Dia menyebutkan banyak faktor yang menjadikan tidak standarnya konstruksi atap tersebut mulai dari seng berkarat, tidak kuatnya paku seng, hingga kesalahan dalam pemasangan. Menurutnya serangan angin kencang lalu bisa dikatakan berbeda dari kejadian badai lain karena bergerak memutar ke atas seperti kejadian taifun di luar negeri.

Dalam hal ini bila seng berkarat memudahkan paku lepas karena seng telah lunak, sehingga saat serangan angin datang tentunya mudah runtuh atau terbang. Kemudian terkait tidak kuatnya paku seng, biasanya terjadi karena paku yang digunakan tidak memenuhi standar nasional indonesia yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya banyak bangunan di Kuranji yang menjadi lokasi paling parah atap lepas ini karena konstruksi atapnya tidak standar. Terlepas dari lokasi pusat angin di sekitar tempat tersebut, sebagian besar bangunan rusak tersebut sudah tidak memenuhi standar, dan sudah tua serta lapuk berkarat.

Di samping itu kurang standarnya pemasangan kuda-kuda atap juga memudahkan runtuhnya atap tersebut, seperti yang terjadi di salah satu rumah di Belimbing.

"Saat ini sudah saatnya warga memilih tukang yang tepat untuk memasang atap dan melakukan konstruksi bangunan," kata dia.

Terutama tukang yang mengetahui dengan jelas standar pemasangan dari elemen bangunan tersebut.

“Sebab sejauh ini banyak tukang yang tidak memperhatikan standar nasional tersebut, “jelasnya.

Sementara itu salah satu teknisi PLN, Junaedi menambahkan selain memperhatikan standar nasional, tukang juga harus mempertimbangkan instalasi listrik yang akan dipasang.

Sebab ada kalanya saat memasang atap tidak memperhatikan tempat instalasi tersebut sehingga menyebabkan hal yang fatal.

Semisal adanya serangan angin , atap rusak jaringan listrik konslet, ucapnya.

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini